Arti Kemenangan Obama Bagi Investor Properti

RumahCom - Pemilu Amerika Serikat telah usai, dan Barack Obama dinyatakan sebagai pemenang. Apa artinya bagi jumlah investor asing dari Asia Tenggara yang berniat untuk membeli properti Amerika?

"Jangan harap hasil pemilu akan mendongkrak sektor properti," demikian judul salah satu situs berita terkenal di negeri Paman Sam, Selasa (6/11). Banyak pihak yang setuju, tidak akan ada perubahan dalam jangka waktu dekat di pasar properti, siapapun yang bakal duduk di Ruang Oval (kantor presiden AS) nantinya.

Data terakhir dari badan properti Amerika menunjukkan perkembangan yang menggembirakan: jumlah rumah yang terjual mencatat rekor tertinggi sejak dua tahun terakhir dan jumlah sita bank yang turun hingga 62% di kuartal ketiga 2012.

Namun berdasarkan poling yang dilakukan The Associated Press dan sejumlah stasiun TV di AS, properti merupakan prioritas kesekian yang ada di pikiran rakyat Amerika. Fokus utama mereka saat ini adalah harga dan tingkat pengangguran yang terus naik.

Bagaimana dengan investor asing? Banyak dari mereka yang terus mengamati apakah harga properti dijual di Amerika bakal turun lagi sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Sejauh ini belum ada jawaban yang pasti, karena di beberapa negara bagian, harga mulai merangkak naik, sementara di tempat lain terus merosot.

Kebijakan bagi investor asing yang berniat membeli rumah di Amerika, sama seperti yang telah diterapkan Singapura pada Desember 2011, bisa jadi bakal mendongkrak minat pembeli asing. Bahkan, besar harapan kebijakan tersebut bakal membentuk iklim yang lebih sehat terutama setelah pasar properti Amerika kembali normal.

Saat ini, investor properti asing di AS memfokuskan perhatian pada tiga negara bagian: Florida (57%), Michigan (13%), dan New York (11%). Bila digabungkan, tiga negara ini menyumbang empat dari lima properti AS yang dimiliki oleh investor asing.

Meski angkanya terlihat cukup besar, namun pada kenyataannya proporsi pemilik properti asing di AS hanya 8,9% di akhir Maret 2012—berdasarkan data National Association of Realtors.

Andrew Batt, International Group Editor PropertyGuru, situs properti terdepan di Asia mengatakan, pembeli dan investor properti asal Asia Tenggara yang berniat menginvestasikan uang mereka di Amerika terus menyimak perkembangan pemilu dengan penuh minat.

"Respons mereka terhadap peluang investasi properti di Amerika sangat baik, terbukti ketika belum lama ini digelar pameran properti New York di Singapura. Sepertinya akan perlu waktu beberapa bulan sebelum Presiden (Obama) mulai menyesuaikan kebijakan yang bisa berpengaruh siginifikan pada investor asing disana," paparnya. (*)