Harga Properti Akan Naik Pada 2012

Harga properti diprediksi meningkat pada tahun 2012, dipicu oleh kondisi perekonomian dan stabilitas politik dalam negeri.

Menurut Panangian Simanungkalit, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), secara umum harga properti di lokasi strategis akan naik 7-20 persen.

Perinciannya, harga perumahan di tengah kota akan tumbuh hingga 12 persen, sementara harga ruko, rumah kantor (rukan), dan apartemen akan meningkat 10-12 persen. Harga tanah di lokasi strategis juga akan naik sekitar 7-15 persen. "Semua meningkat meskipun tidak ada yang istimewa," kata Panangian kepada The Marketeers.

Perkembangan properti ini dipicu oleh kondisi ekonomi yang membaik. "Pada 2012, inflasi 6 persen akan dapat ditekan menjadi 5,8 persen," kata Panangian. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi akan meningkat dari 6,4 persen ke 6,9 persen pada 2012. Tingkat Suku Bunga Acuan BI akan stabil di angka 6,75 persen sampai tahun depan. Bunga KPR sendiri akan berkisar pada 11,5 persen.

Daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih menjadi pusat perkembangan properti. Pada semester pertama 2011, menurut data dari Indonesia Property Watch (IPW), jumlah apartemen kelas atas di daerah-daerah tersebut meningkat hingga 8 persen dibandingkan semester kedua 2010. Pada periode yang sama, rumah kelas bawah meningkat hingga 13 persen, sedangkan rumah kelas menengah dan mewah naik 8 persen.

IPW menilai properti di luar Jawa, khususnya Pekanbaru, Palembang, Makassar, Manado, Samarinda, dan Bali akan berkembang. Indikasinya adalah banyaknya proyek pembangunan ruko dan hotel di luar Jawa.