Harga Sewa Kantor di Jakarta Capai Rekor

Harga sewa ruang kantor di kawasan pusat bisnis pada kuartal ketiga 2011 ini mencapai rekor tertinggi dengan Rp111.532 per meter persegi per bulan untuk bangunan yang disewakan dengan rupiah. Sementara untuk bangunan yang disewakan dengan mata uang dolar Amerika Serikat, tarifnya mencapai US$19.95 per meter persegi per bulan. Demikian hasil yang tertera dalam laporan pasar Jakarta kuartal ketiga yang dikeluarkan oleh Colliers International.

Laporan Colliers menjelaskan bahwa alasan utama tingginya harga pada kuartal ketiga adalah sulitnya mendapatkan ruang kantor dengan kualitas baik dan calon penyewa bersaing untuk mendapatkan ruang kantor, menyebabkan tingkat hunian ruang kantor meningkat hingga 92,9 persen pada kuartal ini.

Hal lain adalah lambatnya penambahan ruang kantor pada kuartal ketiga ini. Tahun ini, ruang kantor yang tersedia adalah 117.699 meter persegi, hanya seperempat dari seluruh suplai yang diprediksi untuk 2012. Ruang kantor baru yang diluncurkan pada kuartal ini adalah Plaza Alstom di Jalan TB Simatupang.

Hingga akhir 2011 ini, ruang kantor yang tersedia akan mencapai 244.117 meter persegi. Colliers memprediksi gelombang penambahan baru akan membesar dalam dua tahun mendatang. Colliers juga memperkirakan akan ada empat perkantoran baru di daerah CBD--dua di antaranya sudah dapat digunakan pada kuartal empat 2011, yakni Tempo Scan Tower di Jalan Rasuna Said dan 18 Park di SCBD.

Dari seluruh ruang kantor yang tersedia sejak 2011 hingga 2013, hanya 37 persen yang berada di koridor Jalan Jenderal Sudirman. Sebagai pusat bisnis, Sudirman kini memiliki sedikit tanah untuk pembangunan. "Di masa depan, pembangunan perkantoran baru akan terpusat di koridor Casablanca-Satrio-Mas Mansyur," demikian tertera pada laporan Colliers.

Di luar daerah pusat bisnis, gedung perkantoran akan banyak dibangun di sepanjang Jalan TB Simatupang dan Pondok Indah. Colliers memperkirakan 70 persen perkantoran yang dibangun pada 2012 sampai 2013 terletak di kedua daerah tersebut karena daerah ini memiliki banyak hunian kelas atas yang menyasar ekspatriat sebagai penghuni dan masih luasnya tanah kosong untuk dikembangkan.