Lampu Hemat Energi Laris Manis di Negara Berkembang

RumahCom – Dengan catatan pendapatan per kapita individunya yang jauh di bawah pendapatan para pekerja di negara-negara maju, konsumsi lampu hemat energi di negara-negara berkembang justru tercatat paling tinggi. Hal itu terungkap dalam riset yang dilakukan oleh Lux Research baru-baru ini.

Dilansir dari laman luxresearchinc.com, dalam satu dekade terakhir, pengaplikasian listrik tenaga surya, termasuk pemasangan lampu-lampu hemat energi di negara-negara berkembang mengalami peningkatan signifikan, dari nol menjadi empat juta.

Negara-negara tersebut antara lain India, Pakistan, Thailand, dan Indonesia. Steve Minnihan, Analis Lux Research mengatakan, satu dekade lalu masyarakat di daerah tertinggal dan di negara-negara berkembang tersebut masih menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar pencahayaan di rumah-rumah mereka.

“Akibat pemerintah setempat tidak dapat menyediakan jaringan listrik yang memadai, dalam satu dekade terakhir ini penggunaan lampu LED semakin tinggi di negara-negara berkembang. Hal ini mendorong turunnya ongkos produksi lampu LED secara signifikan,” ungkap Steve.

Dia menambahkan, peningkatan tersebut bahkan membawa dampak positif lainnya, yaitu penggunaan teknologi lampu hemat energi semakin variatif.

Im Suryani
imsuryani@rumah.com