Pemerintah Siapkan Proyek Percontohan Rumah Murah

Pemerintah akan membangun 15 unit rumah percontohan murah di lima kota. Pembangunan ini bertujuan untuk merangsang minat pemerintah daerah membangun rumah murah.

"Ini pilot project, buat contoh saja. Kami ingin buktikan ke pemerintah daerah kalau Rp 25 juta bisa bikin rumah," kata Pangihutan Marpaung, Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat, Rabu (28/9).

Kelima kota yang akan menjadi proyek percontohan adalah Kupang, Penajam, Batam, Purworejo, dan Malang. Rencananya proyek percontohan akan dimulai bulan depan.

Di setiap kota akan dibangun tiga jenis rumah murah, yakni rumah semi-permanen, rumah baja ringan, dan rumah pracetak. Rumah-rumah contoh tersebut dibangun di kawasan milik pengembang properti atau pemda. Menurut Pangihutan, masyarakat akan menilai dan memilih jenis yang mereka minati.

Kemenpera menilai minat masyarakat terhadap rumah murah sangat tinggi. Hal itu tampak saat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) berhasil menjaring peminat hingga 6 ribu orang saat melakukan proyek percontohan rumah murah sebanyak 200 unit.

Sasaran pembuatan rumah murah, seperti dijelaskan Kemenpera, terbagi menjadi dua kelompok. Pertama, masyarakat yang memiliki penghasilan tertentu seperti PNS golongan I dan II, serta anggota TNI dan Polri. Kelompok masyarakat kedua adalah masyarakat yang tidak mungkin menerima pinjaman dari bank, seperti pedagang asongan atau pedagang kaki lima.

Pembiayaan rumah murah diharapkan dapat dilakukan lewat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sehingga rumah dapat diperoleh dengan suku bunga rendah selama masa tenor. Angsurannya akan sekitar Rp 225.000 hingga Rp 250.000 per bulan tanpa uang muka.

Pemerintah telah menetapkan target 1 juta unit rumah murah berharga Rp 25 juta terwujud pada 2014.