Perhatikan Empat Hal Sebelum Berinvestasi Kondotel

RumahCom — Pesona Bali bukan hanya memikat wisatawan mancanegara saja, investor pun kian tertarik untuk membeli properti di Pulau Dewata ini. Menurut Tony Eddy, Presiden Direktur Tony Eddy & Associates, sekarang adalah saat yang baik untuk berinvestasi di Bali, karena Bali merupakan satu-satunya pulau di indonesia yang dijadikan kawasan wisata. Terbukti dari perkembangan tingkat hunian hotel berbintang naik rata-rata 10% pada periode 2005 — 2012.

Belakangan, banyak pengembang membangun kondotel (kondominium hotel) di Bali. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah kondotel tersebut memakan pangsa pasar hotel?

Namun bagi Tony, hotel dan kondotel memiliki pasar yang berbeda. "Kondotel didesain seperti apartemen dengan pantry sehingga pangsa pasarnya lebih pada family," katanya.

Tony mengatakan, ada empat faktor yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi kondotel:
(1) Dibangun oleh pengembang dengan kredibilitas terpercaya, sehingga ada jaminan bahwa proyek bisa diselesaikan tepat waktu.
(2) Pengembang bekerjasama dengan operator hotel berpengalaman.
(3) Proyek berada di kawasan strategis, terutama di kawasan wisata.
(4) Memiliki konsep yang unik dan berbeda dengan hotel lain.

"Umumnya, capital gain kondotel di Bali naik 15% per tahun, sementara income dari sewa berkisar 10% per tahun. Jadi bisa diprediksi investasi akan balik modal dalam empat atau lima tahun," katanya.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com