Survei: Jakarta Surga Investasi Properti Dunia

RumahCom - Satu lagi prestasi Ibu Kota di kancah dunia. Baru-baru ini, para analis properti di Singapura merilis daftar kota-kota tujuan investasi properti yang paling menjanjikan di dunia, dan Jakarta termasuk dalam daftar lima besar kota tujuan investasi properti potensial di dunia 2013.

Menurut survei yang dilakukan Urban Land Institute dan PricewaterhouseCoopers baru-baru ini, Jakarta secara mencengangkan muncul di urutan pertama diantara kota-kota lain yang lebih maju di kawasan Asia Pasifik.

Colin Galloway, penulis laporan tersebut mencatat, tingginya pertumbuhan yang terjadi di sektor properti Jakarta merupakan sinyal positif bagi para investor. Dan momentum pertumbuhan ini masih dapat dinikmati investor tahun depan.

Sementara itu, kota yang menduduki peringkat pertama dalam daftar tujuan investasi properti tahun depan adalah London, Inggris. Meski sempat terlihat adanya penurunan harga rumah dalam satu tahun terakhir, tetapi secara nilai justru terlihat adanya kenaikan rata-rata sebesar 12,6% dibanding tahun lalu.

"Fenomena itu terlihat di lokasi-lokasi primer di London, seperti City, Canary Wharf, Southbank, bahkan di kawasan Vauxhall," kata Jennet Siebriets, Head of Residential Research CBRE London.

Di Benua Amerika, New York dan Miami disebut-sebut sebagai lokasi terbaik untuk investasi properti. Sebagian besar pengamat memprediksi, pasar properti Amerika Serikat akan membaik dan mendorong kenaikan harga properti residensial pada kuartal II-2013.

Menurut lembaga keuangan UBS, kenaikan harga rumah hingga beberapa tahun ke depan diprediksi mencapai angka 4% sampai 5% per tahunnya.

Selanjutnya, Madrid juga diperhitungkan sebagai kota dengan pertumbuhan sektor ritel yang menonjol. Hal itu ditunjang oleh sektor pariwisata dan eksotisme budaya yang dimiliki Ibu Kota Spanyol itu.

Ong Kah Seng, Direktur R`ST Research merekomendasikan para investor untuk membeli properti di daerah pusat keramaian, karena mereka dapat memanfaatkan propertinya menjadi unit komersial untuk disewakan bagi para wisatawan.

"Tapi pastikan untuk membelinya secara tunai, karena performa lembaga keuangan dan pemerintahan tidak dapat diandalkan," ujarnya mengingatkan. (*)

Im Suryani
imsuryani@rumah.com