Tips Bebas Masalah Saat Membeli Rumah

rumah konstruksi

RumahCom - Setiap konsumen pasti tidak ingin bermasalah dalam proses jual-beli, namun terkadang seorang pembeli mengalami masalah dengan rumah yang dibeli, baik dengan pihak bank, pengembang (developer) atau karena faktor lain.

Dalam bukunya yang berjudul ‘Menjadi Kaya Melalui Properti’, Panangian Simanungkalit mengungkapkan, sering sekali kejadian isi pasal-pasal dalam PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) lebih menguntungkan pihak developer daripada pihak konsumen. Sebagai contoh, apabila terjadi keterlambatan pembayaran (misalnya, cicilan DP rumah yang belum lunas) maka konsumen akan dikenakan denda.

Tetapi sebaliknya, bila developer tidak menepati janjinya (misalnya, serah terima kunci yang tidak sesuai jadwal) maka konsumen hanya akan mendapatkan seribu satu alasan yang ujung-ujungnya hanya menguntungkan pihak developer.

Masih seputar PPJB, dalam surat tersebut biasanya hanya dilampirkan:
1. Denah rumah
2. Tampak muka
3. Spesifikasi umum

Poin 1 dan 2 relatif mudah dicek, karena merupakan bagian yang kasat mata. Sebaliknya, poin 3 mengenai spesifikasi teknis justru merupakan masalah vital yang akan menentukan kualitas rumah dan umur pakainya.

Berhati-hatilah, karena biasanya developer hanya menerangkan spesifikasi yang sangat umum, misalnya pondasi batu kali dan struktur beton bertulang, tapi tidak menyebutkan berapa sentimeter kedalaman dan lebar pasangan batu kali.

Mereka juga tidak menyebutkan berapa ukuran diameter besi tulangan beton yang akan dipakai sebagai struktur konstruksi rumah yang dibeli. Padahal, hal ini lebih penting daripada “sekadar” tampak muka rumah (fasad) bergaya mediteranian atau modern minimalis. Percuma saja sebuah rumah terlihat indah bila dalam waktu 1-2 tahun dinding retak karena pergeseran tanah.

Anto Erawan
antoerawan@rumah.com