Tolak Predikat Kementerian Termalas, Ini Alasan Menpera Djan Faridz

RumahCom - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tolak predikat sebagai Kementerian Termalas dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), menyusul rendahnya serapan anggaran 2012. Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz berdalih, penilaian tersebut tidak benar, karena serapan anggaran Kemenpera tidak serendah seperti yang dinyatakan Fitra.

"Tidak benar itu, serapan kita sudah 80%," sanggah Djan Faridz tanpa mau menyebutkan sumber data serapan anggaran yang dia sebutkan itu.

Dia melanjutkan, penilaian oleh Fitra itu tidak semestinya dilakukan, karena dia belum lama menjabat sebagai Menteri Perumahan.

"Yang namanya menilai itu seharusnya dilakukan di akhir masa periode, bukan di awal masa kementerian itu berjalan. Saya baru saja diberi tanggung jawab ini, dan seperti sistem lainnya juga membutuhkan masa adaptasi," tuturnya usai Penjabaran Refleksi Kinerja Kemenpera 2012 dan Target 2013 di Jakarta, akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, Djan Faridz tidak mempersoalkan target Kemenpera tahun ini yang lebih rendah jika dibandingkan dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nas).

"Ya, bisa tercapai 50% saja sudah bagus. Anak SD juga nilainya tidak harus 100 untuk bisa lulus," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tahun ini Kemenpera menargetkan hanya akan membangun sebanyak 121.000 rumah subsidi. Padahal, berdasarkan target RPJM, Kemenpera bertanggung jawab merealisasikan sedikitnya 350.000 rumah subsidi. (*)

Im Suryani
imsuryani@rumah.com