Blokade TPST Piyungan Dibuka, Butuh Sepekan Bersihkan Tumpukan Sampah di Yogyakarta

Merdeka.com - Merdeka.com - Warga Desa Sitimulyo, Piyungan, Bantul akhirnya membuka blokade yang menutup akses ke TPST Piyungan, Kamis (12/5) pagi. Blokade dibuka setelah mereka mencapai kesepakatan dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Blokade akses ini dilakukan warga sejak Sabtu (7/5). Mereka menutup jalan truk pengangkut sampah ke TPST Piyungan, karena menuntut perbaikan pengelolaan dampak pencemaran sampah.

Blokade ini menyebabkan terjadinya tumpukan sampah di tiga wilayah yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Di Kota Yogyakarta, tumpukan sampah nampak menggunung di tempat pembuangan sementara (TPS).

2.000 Ton Sampah Menumpuk

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menerangkan, dibutuhkan waktu kurang lebih sepekan untuk membersihkan tumpukan sampah yang ada di wilayahnya. Pembersihan tumpukan sampah, kata Heroe, sudah melibatkan semua armada pengangkut yang ada di kota itu.

"Kita butuh waktu sekitar seminggu untuk membersihkan seluruh sampah yang sekitar enam hari ini terhenti. Kita kerahkan seluruh armada truk maupun compactor untuk pengangkutannya," jelas Heroe, Kamis (12/5).

Heroe menerangkan ada kurang lebih 350 ton sampah yang dihasilkan di Kota Yogyakarta setiap harinya. Karena selama enam hari sampah tak bisa dibuang ke TPST Piyungan, volume sampah yang harus diurus diperkirakan mencapai 2 ribu ton.

"Kita lakukan (pengangkutan sampah) terus menerus. Kan yang (sampah) tertumpuk hari ini sekitar 2 ribu ton," papar Heroe.

Heroe merinci terdapat 16 tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Saat ini pihaknya fokusmembersihkan tumpukan sampah yang terbengkalai dari tempat pembuangan sementara yang ada di jalan protokol.

"Sebagian titik-titik sudah kita bersihkan. Beberapa yang sudah bersih silakan bisa dibuang lagi. Kalau belum bersih ya ditahan dulu (buang sampahnya)," imbau Heroe. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel