Blusukan, Jokowi Naik Tumpukan Sampah

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali blusukan ke Kali Bakti, Jalan Gedong Panjang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Ahad, 27 Januari 2013. Begitu tiba, Jokowi langsung meninjau tumpukan sampah di pinggiran jembatan kali tersebut.

Di sekitar Kali Bakti, terdapat satu unit ekskavator yang sedang mengeruk sampah, dan tiga truk yang siap mengangkut sampah hasil kerukan tersebut. Jokowi tak segan menaiki tumpukan sampah dan mengarahkan truk untuk angkut sampah. Ia juga sempat memanjat di pinggiran truk untuk melihat kondisi truk sampah.

Orang nomor satu di Ibu Kota ini menemui Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin, membicarakan tentang peremajaan truk sampah tahun ini. "Tahun ini akan ada penambahan 150 truk sampah," kata Jokowi.

Ia sempat menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat-lihat banyaknya sampah yang masih mengapung di kali yang berwarna hitam di pinggir jembatan. Lalu lintas di sekitar Kali Bakti sempat tersendat karena rombongan mantan Wali Kota Solo yang juga diikuti puluhan awak media ini menyeberangi jalan menuju Kali Bakti.

Seperti di tempat blusukan lainnya, Jokowi didatangi beberapa warga untuk mengeluh tentang sampah yang menumpuk di sekitar tempat tinggal mereka. "Saya tiap hari ngecek di sini, tahu, tahu," ujarnya sambil tersenyum. Ada juga warga yang datang untuk bersalaman dan foto bersama.

Unu Nurdin mengatakan, peremajaan truk sampah tahun ini masih menunggu disahkannya APBD 2013 oleh DPRD, "Itu didesak harusnya," kata dia. Simak beragam aktivitas Jokowi di sini.

TRI ARTINING PUTRI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.