Blusukan ke Sumsel, Relawan: Masyarakat Harus Tahu tentang Kiprah Puan

Merdeka.com - Merdeka.com - Relawan Puan Bersama Wong Cilik (Relawan Publik) blusukan ke Sumatera Selatan (Sumsel). Ketua DPD Relawan Publik Sumatera Selatan, Musa menuturkan konsolidasi dan door to door ditujukan untuk sosialisasi sosok dan prestasi Puan Maharani selama menjadi pejabat publik, baik sebagai anggota DPR, Ketua DPR dan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Masyarakat Sumsel harus kita kasih tahu tentang kiprah Mbak Puan, baik sebagai legislatif maupun eksekutif. Apalagi Mbak Puan sendiri berasal dari Sumsel," kata Musa. Dikutip dari Liputan6.com, Rabu (2/11).

Relawan Publik Sumsel dikukuhkan pada Selasa (1/11). Pengukuhan berlangsung di Angkringan Relista Jalan Gub H Bastari, Palembang. Pengukuhan dihadiri Ketua Umum Relawan Publik, Harda Belly.

Musa menyampaikan, pengukuhan Relawan Publik ini sebagai bentuk keseriusan anak-anak muda Sumsel mendukung Puan sebagai Capres pada 2024.

"Kita berkumpul di sini untuk mendeklarasikan dukungan kepada Mbak Puan menjadi presiden," ujar Musa.

Puan dikatakannya berasal dari Sumsel karena Almarhum Taufiq Kiemas lahir dan besar di Sumatera Selatan. Karenanya masyarakat Sumsel harus mendukung dan memenangkan Puan sebagai Presiden.

"Sebab kami meyakini Ibu Puan memiliki kapasitas dan kapabilitas memimpin Indonesia dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik," ujarnya.

Musa juga menyinggung soal jasa dan kontribusi almarhum Taufiq Kiemas. Dia mencontohkan pembangunan infrastruktur yang sudah diakui masyarakat, khususnya Sumsel.

"Banyak sekali jasa almarhum kepada kita seperti pembangunan infrastruktur Jakabaring, Tanjung Api-api dan lainnya. Makanya kita sebagai anak muda asal Sumsel sangat mendukung anak Bapak Taufiq Kiemas untuk maju menjadi Presiden tahun 2024," pungkasnya.

Sementara itu, Harda Belly menyampaikan hingga saat ini Relawan Publik sudah terbentuk di sejumlah daerah. Dia mencontohkan di Jakarta, Banten, Jawa Barat, lampung, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Jadi kami fokus bekerja, merangkul semua kalangan seperti tukang becak, petani, buruh dan lain sebagainya bergabung dengan kita untuk memenangkan Ibu Puan sebagai Presiden," terang Harda. [cob]