BMKG dan BPBD Uji Coba Aktivasi Sirene Warning Tsunami Wilayah Selatan Jabar

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi gempa | Via: liputan6.com

Liputan6.com, Bandung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melakukan uji coba aktivasi sirene warning tsunami, Rabu (26/8/2021). Uji aktivasi ini akan dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 pukul 10.00 WIB.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu menuturkan, uji aktivasi di Jawa Barat dipusatkan di Pangandaran dan Sukabumi. Kegiatan ini dilakukan pada pukul 10.00 WIB, dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia.

“Selain untuk memastikan sirene warning tsunami tersebut berfungsi dengan baik, kegiatan uji aktivasi sirene ini dilakukan juga dalam rangka upaya mitigasi bencana tsunami yang bertujuan memperkecil risiko bencana yang mungkin terjadi,” ucap Rahayu melalui keterangan tertulis.

Sepanjang pesisir pantai selatan Jabar sendiri memiliki potensi bencana tsunami yang tinggi karena berhadapan langsung dengan zona megathrust. BMKG Stasiun Geofisika Bandung sendiri telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk keperluan mitigasi bencana tersebut, yaitu sirene warning tsunami, Warning Receiver System New Generation (WRS-NG) serta rambu-rambu jalur evakuasi.

“BMKG juga telah memasang sirene warning tsunami di beberapa wilayah pesisir selatan Jawa Barat seperti Pangandaran dan Sukabumi,” kata Rahayu.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Rambu-Rambu Evakuasi

Di Pangandaran, telah terpasang sebanyak empat sirene warning tsunami yaitu di Kantor Balawista Pantai Pangandaran, Kantor Telkom Pangandaran, Kantor Kecamatan Pangandaran, serta di Bojong Salawe.

Untuk wilayah Sukabumi terpasang di tiga lokasi yaitu di Kantor Informasi Geopark Ciletuh, Tower Balawista Pantai Citepus serta Tower Balawista Kantor Desa Citepus. Tetapi satu lokasi yang di Tower Balawista Pantai Citepus mengalami kerusakan karena towernya roboh tergerus gelombang pasang yang terjadi pada 13 Agustus 2021.

“Untuk diseminasi informasi gempa bumi dan tsunami kami mempunyai peralatan yaitu WRS NG yang sudah terpasang di seluruh kantor BPBD kota/kabupaten di seluruh Jawa Barat. Moda diseminasi WRS NG ini berfungsi untuk menginformasikan terkait gempa bumi dan tsunami ke masyarakat di sepanjang pesisir pantai melalui pemerintah daerah,” kata Rahayu.

Selain sirene warning tsunami dan WRS-NG, BMKG bersama dengan pemerintah daerah juga telah menyiapkan rambu-rambu evakuasi serta tempat evakuasi sementara maupun tempat evakuasi akhir.

Sehingga jika terjadi gempa bumi yang berpotensi menyebabkan tsunami, maka akan terinformasikan dengan cepat melalui WRS NG dan dan sirene warning tsunami yang akan memberikan peringatan ke masyarakat di sekitar pantai untuk segera melakukan evakuasi mengikuti rambu-rambu evakuasi yang telah terpasang.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel