BMKG: Hujan Lebat Diprakirakan Terjadi di Sejumlah Daerah Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi sejumlah daerah di Indonesia.

Dari data di laman resmi BMKG, Minggu (11/7/2021) menyebutkan, daerah-daerah yang berpotensi mengalami cuaca hujan lebat itu adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

Cuaca yang sama juga diprakirakan terjadi di Lampung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, dan Papua.

Sementara wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap gelombang sangat tinggi 4-6 meter di Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia Selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat.

Masyarakat juga perlu memperhatikan peringatan gelombang tinggi 2,5-4 meter yang berpotensi terjadi di antaranya di Laut Flores, Laut Banda, Perairan Bengkulu, Perairan Timur Pulau Simeulue Hingga Kepulauan Nias, dan Perairan Barat Kepulauan Mentawai.

Demikian pula Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia Barat Kepulauan Mentawai Hingga Lampung, Selat Sunda Bagian Barat Dan Selatan, Perairan Selatan Banten Hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas Bagian Selatan, dan Selat Makassar Bagian Selatan.

Warga Pesisir Diminta Waspada

Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diharapkan selalu waspada.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel