BMKG Identifikasi Ada Sambaran Petir saat Kilang Pertamina Cilacap Terbakar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap informasi terkait cuaca buruk yang disertai kilat saat terjadi insiden kebakaran pada tangki berisi Pertalite Kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu 13 November 2021.

Berdasarkan analisis dari data citra satelit dan radar cuaca BMKG, dapat diidentifikasi bahwa pada periode pukul 17.00-21.00 WIB terdapat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kabupaten Cilacap dengan suhu puncak awan mencapai kisaran -62.5 hingga -75.1 °C.

"Ini mengindikasikan adanya pertumbuhan awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus (Cb) yang memiliki karakteristik meyebabkan terjadinya potensi hujan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai potensi kilat atau petir dan angin kencang," tulis BMKG dalam keterangan resminya, dikutip Senin (15/11/2021).

Menurut alat pengukuran curah hujan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, dapat diidentifikasi bahwa telah terjadi hujan dengan intensitas mencapai 47 mm selama periode pukul 16.00 hingga 19.00 WIB.

Selain itu, berdasarkan analisis data dari alat monitoring kelistrikan udara BMKG yang terdapat di Stasiun Geofisika Banjarnegara, pada 13 November 2021 pukul 18.00-19.30 WIB terdeteksi 2 event sambaran petir (jam 18.47.27 WIB dan jam 19.23.32 WIB).

Peristiwa sambaran petir terdekat dengan kilang minyak refinery unit (RU) IV Cilacap adalah untuk event jam 18. 47.27 WIB (koordinat 7.67942574 LS, 109.1110952 BT), dengan jarak kurang lebih 12 km sebelah timur laut kilang Minyak RU IV Cilacap.

"Sementara untuk peristiwa sambaran petir jam 19.23.32 WIB (koordinat 7.437264713 LS, 108.7736507 BT) berlokasi di kecamatan Sidareja, dengan jarak kurang lebih 43 km barat laut dari kilang minyak RU IV Cilacap," terang BMKG.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kebakaran Kilang Pertamina Cilacap Berhasil Padam

Penampakan tangki kilang Pertamina Cilacap yang terbakar pada Sabtu 13 November 2021 sudah berhasil dipadamkan. (Dok Pertamina)
Penampakan tangki kilang Pertamina Cilacap yang terbakar pada Sabtu 13 November 2021 sudah berhasil dipadamkan. (Dok Pertamina)

Pertamina memastikan Kilang Cilacap beroperasi secara normal baik saat terjadi insiden terbakarnya salah satu tangki maupun setelah kebakaran berhasil dipadamkan. Kilang Pertamina Cilacap terbakar pada Sabtu tetapi sudah bisa dikendalikan.

CEO Refinery & Petrochemical Subholding atau PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono mengatakan, satu unit tangki di area Kilang Cilacap mengalami insiden terbakar pada Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 19.20 WIB. Insiden tersebut berhasil dipadamkan pada Minggu (14/11/2021) sekitar pukul 07.45 WIB.

"Selama terjadi insiden di tangki, seluruh operasional Kilang Cilacap berjalan dengan normal seperti biasanya. Jadi tidak ada terganggu karena kita bisa melakukan penyekatan di tangki tersebut sehingga semua operasional tetap berjalan seperti biasanya," kata Djoko saat konferensi pers di Gedung Graha Pertamina, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (14/11/2021).

Dia menjelaskan, selain penangan dengan penyekatan terhadap tangki yang terbakar dan tangki disekitarnya, juga dilakukan pengendalian fluida di tangki di Kilang Cilacap yang terbakar tersebut.

"Selanjutnya, kita lakukan pendinginan di seputar tangki yang terbakar dan juga kita lakukan offensive fire fighting ke titik api di tangki tersebut. Dengan Offensive fire fighting maka api dapat dikendalikan dan dapat dipadamkan secara total semuanya pada pukul 07.45 tadi pagi," jelasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel