BMKG imbau warga waspadai angin kencang yang bersifat kering di NTT

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai potensi angin kencang yang bersifat kering di musim kemarau di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Angin kencang yang sifatnya kering berpotensi menyebabkan meluasnya kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Rabu.

Baca juga: BMKG sebut NTT masuki musim kemarau, cegah karhutla

Ia mengatakan hal itu berkaitan peringatan dini cuaca di wilayah NTT selama tiga hari ke depan (4-6 Mei 2022).

Agung mengatakan saat ini wilayah NTT sudah masuk musim kemarau sehingga potensi titik panas (hot spot) akan bermunculan.

Munculnya titik panas, kata dia, akan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan yang meluas karena kondisi angin kencang yang bersifat kering.

BMKG terus menyampaikan peringatan potensi dampak cuaca kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pencegahan potensi kebakaran.

Baca juga: Kalteng, Kalbar dan NTT provinsi dengan lahan terbakar terbesar

Ia mengatakan peringatan potensi kebakaran hutan dan lahan yang disampaikan pada Rabu (4/5) untuk sebagian besar wilayah Pulau Timor, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

Agung mengatakan umumnya peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat aktivitas manusia yang membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar rumput atau dedaunan.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas tersebut dan beralih ke cara lain yang tidak menimbulkan adanya titik api.

Baca juga: Banyak warga anggap cara membakar suburkan lahan

"Jika membuka lahan dengan cara membakar dan dikontrol maka sangat rawan terjadi kebakaran apalagi saat kondisi angin kencang seperti ini maka api akan sulit dikendalikan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel