BMKG Ingatkan Potensi Banjir Bandang di 4 Provinsi Ini pada 10-11 Februari 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir bandang di empat provinsi di Indonesia pada Rabu hingga Kamis, 10-11 Februari 2021.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan, keempat provinsi yang berpotensi terjadi banjir bandang itu semuanya berada di Pulau Jawa, yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (Impact Based Forecast - IBF) untuk potensi dampak banjir/banjir bandang pada periode tanggal 10-11 Februari 2021 dengan status SIAGA adalah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur," kata Guswanto dalam keterangan tulis, Selasa (9/1/2021).

BMKG juga memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi terjadi di 26 wilayah Indonesia, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung.

Kemudian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Dikatakan Guswanto, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia (94 persen dari 342 Zona Musim) saat ini telah memasuki musim hujan. Hal ini juga telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa puncak musim hujan akan terjadi pada Januari-Februari 2021.

Puncak Musim Hujan

Hujan deras mengguyur kawasan Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). (Liputan6.com/Maria Flora)
Hujan deras mengguyur kawasan Stasiun Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020). (Liputan6.com/Maria Flora)

Puncak musim hujan pada Januari-Februari 2021 terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua.

"Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan. Analisis BMKG menunjukkan bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia," katanya.

Hal ini disebabkan oleh munculnya pusat tekanan rendah di sekitar wilayah Australia dan munculnya sirkulasi siklonik di sekitar wilayah utara Indonesia sehingga mempengaruhi pola arah dan kecepatan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia.

"Selain itu, kondisi labilitas atmosfer yang kuat di sebagian wilayah Indonesia dapat turut berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan awan hujan dalam skala lokal," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: