BMKG ingatkan warga waspadai cuaca ekstrem di NTT sepekan ke depan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang di provinsi berbasiskan kepulauan itu selama sepekan ke depan.

"Waspada akan potensi dampak cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, banjir di wilayah pesisir (rob), dan tanah longsor," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Agung Sudiono Abadi ketika dikonfirmasi dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Jumat.

Baca juga: BPBD NTT minta kabupaten/kota bentuk posko darurat bencana

Ia menyampaikan hal itu berkaitan dengan prospek cuaca di wilayah NTT dalam sepekan ke depan (30 Desember 2022 sampai 5 Januari 2023).

Agung menjelaskan, potensi pembentukan awan konvektif di NTT meningkat menyebabkan potensi hujan ringan hingga deras yang disertai kilat/petir dan angin kencang.

Posisi Madden Julian Oscillation (MJO), kata dia, berada di kuadran 6, berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah NTT.

Baca juga: KSOP Labuan Bajo imbau kapal wisata tidak berlayar tanpa izin

Selain itu, menurut Agung, terdapat gelombang equatorial Rossby aktif di wilayah NTT dan daerah tekanan rendah di daratan Australia menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan serta peningkatan kecepatan angin.

Oleh sebab itu, kata dia, wilayah NTT berpotensi dilanda cuaca ekstrem sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dini terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi.

Agung menambahkan, khusus untuk daerah dengan topografi curam atau tebing patut waspada terhadap potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi waktu yang panjang.

Baca juga: BMKG ingatkan warga waspada cuaca buruk ketika beraktivitas di laut

Ia mengingatkan masyarakat agar terus memantau informasi perkembangan cuaca terkini dari BMKG untuk memahami kondisi cuaca di daerah atau lingkungan sekitar guna mengantisipasi risiko bencana.