BMKG: Jatim Potensi Hujan Ringan hingga Lebat Disertai Petir Sepekan Ke Depan

·Bacaan 1 menit
ilustrasi hujan deras. (Pixabay)

Liputan6.com, Surabaya - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menyatakan, cuaca di Jawa Timur dominan hujan ringan dan berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir selama sepekan ke depan, yaitu Senin (15/11/2021) hingga hingga Minggu (21/11/2021).

Seperti dikutip dari TimesIndonesia, Senin, ada pola sharelie atau angin yang berbelok kuat dan dapat berakibat pada pertumbuhan awan hujan di wilayah Jatim. Hal ini akan mengakibatkan tinggi curhat hujan tinggi. Udara di malam hari akan terasa sejuk, dan akan terjadi angin kencang

Indeks Nino berada di angka 3,4 = 1.0 . Kemungkinan besar akan berada pada fase La Nina. Terdapat penambahan massa uap air dari Samudera Pasifik dan dapat meningkatkan curah hujan.

Madden Jullian Oscilliation (MJO) yang berdampak pada potensi hujan di suatu wilayah ini berada pada fase 5 atau di sekitar Indonesia bagian Timur. Hal ini menjadikan tanggal 15 hingga 21 diperkirakan akan menyebabkan potensi hujan.

Diperkirakan akan ada aktivitas gelombang atmosfer Equatorial Rossby yang bergerak dari timur ke barat. Oleh karenanya, dapat menyebabkan potensi hujan pada tanggal 16 hingga 21.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Waspada Cuaca Ekstrem

Anomali suhu muka laut berada di angka 1.0 sampai dengan 3.0 derajat Celsius, ini menandakan bahwa perairan cukup hangat. Artinya cukup meningkatkan penguapan dan suplai massa uap air.

BMKG Juanda pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak potensi cuaca ekstrem. BMKG juga menghimbau agar menebang pohon yang mulai lapuk untuk dampak angin kencang sert menghimbau untum membersihkan saluran pembuangan air secara berkala.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel