BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan

Daurina Lestari, Wahyu Firmansyah

VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini gelombang tinggi pada Jumat, 26 Juni 2020. Gelombang diperkirakan akan terjadi di beberapa perairan di Indonesia. 

Melalui akun instagram resminya, BMKG menyampaikan kecepatan angin di beberapa wilayah di Indonesia seperti Indonesia bagian tenggara, timur, dan kecepatan angin tinggi di Laut Banda, dan Laut Arafuru. 

"Terdapat pola tekanan rendah 1008 hPa di Samudra Hindia barat daya Kepulauan Mentawai. Sirkulasi udara teridentifikasi di Laut Natuna. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari tenggara-barat daya dengan kecepatan 5-20 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selatan Makassar bagian selatan, Laut Banda, Perairan Yos Sudarso dan Laut Arafuru," tulis akun @infobmkg dikutip Jumat, 26 Juni 2020.

BMKG membagi dua peringatan dini tinggi gelombang. Pertama perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter:

Selatan Malaka, Perairan Timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Nias, Laut Natuna Utara, Laut Natuna, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa bagian tengah dan timur, perairan selatan Kalimantan, perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, perairan Kepulauan Sabalana hingga Kepulauan Selayar, Laut Flores, Selat Ombai, Teluk Bone Bagian Selatan. 

Kemudian, Perairan Baubau hingga Kepulauan Wakatobi, Teluk Tolo, perairan selatan Kepulauan Banggai hingga Kepulauan Sula, Perairan Pulau Bulu hingga Pulau Seram, Laut Seram, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Babar, Perairan utara Kepulauan Tanimbar, perairan utara Kepulauan Kei, perairan Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian timur, perairan Sorong bagian selatan, perairan Fakfak hingga Kaimana, perairan Amamapee hingga Agats, dan perairan Selatan Yos Sudarso. 

Kedua perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter:

Perairan utara Sabang, perairan barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten hingga Pulau Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, selat Sape bagian selatan

Perairan Pulau Sawu hingga Kupang - Pulau Rote, Samudera Hindia selatan Banten hingga NTT, perairan Manui - Kendari, Laut Banda, perairan selatan Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian barat dan tengah. 

BMKG juga memberikan peringatan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir atau sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.