BMKG Makassar prediksi cuaca tiga hari ke depan membaik

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar, memprediksi cuaca sudah mulai membaik usai hujan lebat hingga sedang selama dua hari terakhir pada sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi hingga hari ini saja. Untuk besok, sampai tiga hari ke depan cuaca sudah mulai kondusif dengan cuaca umumnya cerah berawan," ujar Forecaster, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Asriani Idrus, Jumat.

Ia menuturkan meski diprediksi cuaca cerah berawan selama beberapa hari ke depan, namun masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan pada beberapa wilayah di Sulsel.

Mengenai kondisi terjadi hawa dingin sejak kemarin, sampai hari ini, kata dia, masih dipicu faktor hujan lebat hingga sedang. Hal tersebut disebabkan gelombang rossby yang dilalui berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Baca juga: Drifter-floaters dukung informasi cuaca maritim di Selat Makassar

Baca juga: BMKG IV: Gangguan atmosfer picu anomali cuaca

Ketika ditanya, mengapa hujan masih terjadi di tengah peralihan musim hujan ke musim kemarau, Asriani menjelaskan, dari analisis sementara, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu kondisi saat ini.

"Pertama, kondisi suhu muka laut di Selat Makassar bagian Selatan yang hangat antara 30-31 derajat celcius. Dan jika dibandingkan dengan rata-ratanya, suhu di atas lebih hangat kurang lebih 1.5 sampai 2.0 derajat," katanya.

Selain itu, faktor kedua terdapat belokan angin di Selat Makassar sehingga terjadi perlambatan massa udara di atas wilayah Sulsel. Faktor ketiga, dari skala regional, terpantau gelombang Ekuatorial Rossby yang aktif di wilayah Sulawesi.

Gelombang ekuatorial rossby, ujar Asriani, suatu fenomena gelombang atmosfer yang terjadi di fluida (atmosfer/lautan) yang berotasi secara berpasangan.

Gelombang ini bergerak ke arah barat di sekitar ekuator. Sehingga, gelombang rossby dapat menyebabkan wilayah yang di laluinya berpotensi meningkatnya pertumbuhan awan konvektif (penghujan) seperti cumulonimbus, yang mendukung terjadinya penguapan atau pasokan uap air di udara ditampung cukup banyak.

"Ketiga faktor tersebut bersinergi sehingga meningkatkan pertumbuhan awan-awan hujan di Sulawesi Selatan khususnya bagian barat," katanya menjelaskan

Selain itu, kenaikan suhu permukaan laut juga menjadi penyebab lain tingginya curah hujan. Hal ini disebabkan adanya belokan angin yang membuat awan-awan hujan berkumpul di Sulsel bagian Barat.*

Baca juga: Intensitas hujan tinggi, personel BPBD Makassar siaga di titik banjir

Baca juga: Banjir di jalan poros Makassar-Maros hambat arus lalu lintas

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel