BMKG Mataram akan gelar rukyat hilal Lebaran di Pantai Loang Baloq

·Bacaan 2 menit

Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG) Mataram, Nusa Tenggara Barat, bekerja sama dengan Kementerian Agama, ormas-ormas Islam dan berbagai elemen masyarakat akan menggelar rukyat hilal untuk penentuan 1 Syawal 1442 Hijriah di Taman Loang Baloq pada hari Ahad, 1 Mei 2022.

"Rukyat Hilal di Pantai Loang Baloq itu akan mulai pukul 17.00 Wita," kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi dalam keterangan tertulisnya, Selasa.

Perhitungan (hisab) hilal Awal Syawal 1443 H (1 Mei 2022 M) untuk lokasi pengamatan Pantai Loang Baloq, yaitu Konjungsi (Ijtimak) awal bulan Syawal 1443 H di Kota Mataram terjadi sebelum matahari terbenam pada hari Ahad, 1 Mei 2022 M, pukul 04:27 Wita.

Terbenam Matahari tanggal 1 Mei 2022 pukul 18:06:55 Wita dan terbenam Bulan pada pukul 18:28:54 Wita. Tinggi Hilal saat Matahari terbenam 4.41 derajat dan elongasi saat Matahari terbenam terjadi sebesar 5.07 derajat.

Baca juga: Posisi hilal awal Syawal sudah penuhi kriteria MABIMS pada 1 Mei

Baca juga: BMKG laksanakan rukyat hilal Syawal 1443 H pada 1 Mei

Selain itu, umur Bulan saat Matahari terbenam 13 jam 38 menit 59 detik, lag atau selisih terbenamnya Matahari dan terbenamnya Bulan 21.98 menit. Kecemerlangan Bulan (FIB) saat Matahari terbenam sebesar 0,32 persen.

"Dari data hisab (perhitungan) itu dapat dikatakan bahwa hasil rukyat hilal awal Syawal 1443 H pada 1 Mei 2022, hilal berpotensi terlihat (teramati), namun tergantung kondisi cuaca saat pengamatan di setiap lokasi pengamatan," katanya.

BMKG juga mengimbau masyarakat ikut melihat hilal penentu awal bulan Syawal 1443 H hari Ahad, 1 Mei 2022 pada sore hingga petang.

"Untuk mengawali bulan Syawal 1443 H (2022 M) umat Islam Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman Menteri Agama Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2022 setelah proses pengamatan hilal," katanya.

Bulan Syawal adalah bulan yang sangat ditunggu oleh umat Islam, karena setelah berpuasa sebulan penuh, umat Islam akan merayakan kemenangannya dari menahan hawa nafsu, makan minum dan perbuatan tercela lainnya.

Syawal adalah bulan kesepuluh dari total 12 bulan dalam kalender Hijriah yang berdasarkan peredaran Bulan mengelilingi Bumi dan Bulan bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari.*

Baca juga: Pemantauan hilal di Palembang tertutup awan

Baca juga: Menag: hisab dan rukyat saling melengkapi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel