BMKG Prakirakan Tahun 2023 Terjadi Cuaca Ekstrem Hidrometeorologi Basah dan Kering

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi memprediksi di Tahun 2023 akan terjadi prakiraan cuaca yang ekstrem hidrometeorologi basah dan kering. Masyarakat perlu mewaspadai hal tersebut.

"Kita harap masyarakat selalu mengupdate informasi terbaru tentang prakiraan cuaca di tahun 2023, kita juga selalu update cuaca setiap hari bisa dilihat dari akun yang sudah disediakan," kata Kepala BMKG Jambi Ibnu Sulistiyono pada Rabu (28/12).

Menurut dia, di tahun 2023 tersebut dilihat fenomena dari secara dinamika atmosfer sampai dasar kedua Desember di Tahun 2022.

Lanjutnya, bahwa prediksi fenomena atmosfer yang disampaikan oleh 9 BMKG di Dunia, menjelaskan El Nino Osilasi Selatan (ENSO) masih di kategori La Nina moderate sampai dasar kedua Desember 2022, kemudian diperkirakan hingga Maret di Tahun 2023.

Sehingga, akan kembali netral di Bulan Mei sampai Juni pada Tahun 2023, namun Maret untuk kondisi ENSO masih di kategori La Nina lemah."Jadi masih dikategorikan La Nina lemah hingga moderate, kondisi ENSO dari lemah ke netral,"jelasnya.

"Jadi prediksi BMKG di tahun depan itu dari Lemah ke Netral dan itu sampai akhir tahun 2023,"imbuh dia.

Kemudian kata Ibnu, prakiraan cuaca yang ekstrim atau tidaknya dari La Nina lemah ke Netral itu kondisi ekstrim mungkin bisa terjadi itupun lebih hangat di tiga tahun sebelumnya.

Namun, ada beberapa wilayah di Jambi yang akan terdampak cuaca ekstrim hidrometeorologi basah dan kering yaitu bagian selatan dikhususkan di Kabupaten Merangin, Sarolangun, dan lainnya.

Kemudian pada bulan Mei dan Juni mulai berangsur yang didominasi hidrometeorologi kering, berpotensi curah hujan sudah mulai normal akan tetapi cenderung lebih hangat tiga tahun lalu hingga kenaikan suhu lebih meningkatkan.

"Jadi harus diantisipasi karena kondisi netral yang cenderung lebih hangat di Jambi, maka yang akan terjadi kekeringan kemudian timbul titik panas lebih tinggi lagi dari tahun sebelumnya,"tegasnya.

"Dan perlu diketahui untuk wilayah yang terdampak titik panas yaitu di Kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Meragin, Sarolangun dan Kabupaten Batanghari,"tambahannya.

Ibnu menjelaskan, untuk rawan bencana di ujung tahun 2022 didominasi kawasan Kabupaten Merangin, Bungo, dan Sarolangun karena di puncak Desember 2022 sampai Januari 2023, musim penghujan di wilayah tersebut.

"Kita harap untuk masyarakat agar antisipasi adanya angin kencang, hujan, badai petir beserta tanah longsor karena daerah perbukitan,"jelasnya.

"Kita mengingat kan untuk masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai timur Jambi perlu di waspadai kenaikan gelombang mencapai 2,5 Meter, kita juga menghimbau bagi nelayan supaya berhati hati dan selalu mengupdate informasi cuaca dari BMKG," tutupnya.

Kontributor Jambi: Hidayat [eko]