BMKG: Timbulkan Kerusakan Ringan, Bangunan Warga Jepang Dirancang Tahan Gempa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, gempa magnitudo 7,3 yang mengguncang Fukushima, Jepang pada 13 Februari 2021 menimbulkan kerusakan ringan. Kekuatan gempa sebelumnya diperkirakan magnitudo 7,1 kemudian direvisi menjadi 7,3.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, hal tersebut dikarenakan bangunan di Jepang telah dirancang sesuai aturan untuk tahan gempa.

"Cukup menakjubkan, dampak gempa magnitudo 7,1 ini hanya menimbulkan kerusakan ringan, karena seluruh bangunan di Jepang saat ini sudah desain sesuai dengan aturan bangunan tahan gempa yang diberlakukan oleh pemerintah," kata Daryono pada Minggu (14/2/2021) dikutip Antara.

Dia menyatakan, dalam gempa tersebut juga tidak ada korban jiwa. Namun memicu longsoran dan mengakibatkan 100 orang lebih terluka.

Daryono mengatakan, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami karena kedalaman hiposenternya mendekati intermediate (menengah), yakni sekitar 54 kilometer.

Magnitudo gempa yang cukup besar dengan hiposenternya yang relatif dalam, menyebabkan spektrum guncangan kuat yang ditimbulkan melanda wilayah yang luas mencapai Kota Tokyo.

Gempa tersebut masih merupakan rangkaian gempa susulan atau aftershocks dari gempa utama 11 Maret 2011 yang memicu tsunami dahsyat.

"Gempa ini ibarat menuntaskan urusan yang belum selesai secara keseluruhan saat peristiwa gempa besar pada tahun 2011," ujar Daryono.

Memulihkan Jaringan Listrik

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan kepada wartawan bencana itu tidak menyebabkan kerusakan besar, tetapi tetap mengimbau warga setempat untuk bersiap-siap bila terjadinya gempa susulan.

Dia mengatakan, pemerintah Jepang telah menerima laporan tentang banyaknya korban yang terluka tetapi tidak ada korban jiwa.

Pemadaman listrik, yang mempengaruhi sekitar 900.000 rumah pada satu area, sebagian besar telah teratasi pada pagi hari, kecuali beberapa ratus rumah di Prefektur Fukushima.

Menurut otoritas Prefektur Fukushima, ada 64 pusat evakuasi yang telah didirikan di Fukushima dan sekitar 200 orang telah mengungsi.

Sementara menurut East Japan Railway Co, layanan kereta shinkansen Tohoku antara Stasiun Nasushiobara di Prefektur Tochigi dan Stasiun Morioka di Prefektur Iwate telah ditangguhkan sementara.

Shinkansen Yamagata juga menghentikan layanan mereka, seperti halnya shinkansen Akita antara stasiun Morioka dan Akita.

Saksikan video pilihan di bawah ini: