BMKG turunkan tim aksi cepat tepat mitigasi gempa Tapanuli Utara

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika membentuk dan menurunkan tim aksi cepat tepat mitigasi pascagempa Tapanuli Utara, Sumatera Utara sebagai upaya menguatkan "branding" BMKG mewujudkan Trust (Handal terpercaya) dan Pride (Kebanggaan).

Kepala BMKG Prof. Dwikorita mengatakan, aksi cepat tersebut merupakan tindak lanjut BMKG dalam turun ke lapangan pada wilayah berdampak gempa dengan menenangkan masyarakat agar tidak terpancing isu hoaks.

"Tim melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk memperlancar dan memperluas penyebaran informasi keselamatan," katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Selasa.

Ia mengatakan kejadian gempa bumi Magnitudo 5,8 di Tapanuli Utara, Sabtu (1/10) menimbulkan beberapa kerusakan bangunan di wilayah sekitar. Dampak kegempaan yang terjadi di Tapanuli Utara sangat dirasakan oleh masyarakat lokal dan kabupaten yang dekat dengan sumber gempa.

Sampai saat ini, 4 Oktober 2022, update pukul 09.00 WIB, BMKG mencatat 117 kejadian gempa bumi susulan dan 15 di antaranya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Baca juga: BNPB: 32 kejadian bencana selama 26 September-2 Oktober 2022

Selama kejadian pasca gempa utama di Tapanuli Utara, banyak isu-isu hoaks yang beredar di tengah masyarakat. Hal ini menimbulkan kepanikan yang berlebih di sekitar wilayah gempa bumi dan masyarakat lokal.

"BMKG dalam mendorong mitigasi pasca gempa utama, membentuk tim aksi cepat.Tim turun kelapangan menenangkan masyarakat agar tidak terpancing isu hoaks," katanya.

Sementara Peneliti Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) Marzuki Sinambela mengatakan, aksi cepat tim BMKG akan mendorong percepatan mitigasi pasca gempa bumi di Tapanuli Utara.

Gempa bumi Tapanuli Utara yang terjadi pada 1 Oktober 2022, tidak akan diikuti gempa bumi susulan dengan kekuatan yang lebih besar. Hasil monitoring BMKG, hingga hari ini telah terjadi penurunan, baik magnitude maupun frekuensinya.

Marzuki juga menambahkan berdasarkan kajian para ahli bahwa sesar Sumatera yang melintasi wilayah Tarutung yaitu segmen Renun memiliki potensi gempa dengan manitudo maksimum M7,8 dan Segmen Toru yang memiliki potensi magnitude maksimum M7,4.

"Tetapi ini adalah potensi bukan prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," katanya.

Baca juga: Gubernur Sumut serahkan bantuan 1.000 paket sembako bagi korban gempa