BMKG: Waspadai karhutla di tiga daerah di NTT

Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Tiga daerah dengan status mudah dan sangat mudah terjadinya karhutla yaitu Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Sumba Timur," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Minggu.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan peringatan dini karhutla di NTT.

Baca juga: BMKG: Potensi karhutla di tahun 2022 akan semakin besar

Agung menjelaskan bahwa di daerah-darah tersebut kondisi alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutup lantai hutan dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar.

Dengan demikian, kata dia, ketika ada aktivitas warga yang memicu kemunculan titik api akan sangat rawan menimbulkan karhutla yang dapat meluas dengan cepat.

Agung mengatakan kemunculan titik api umumnya akibat aktivitas warga baik disengaja maupun tidak disengaja seperti membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar.

Baca juga: BMKG imbau warga waspadai angin kencang yang bersifat kering di NTT

Selain itu, tindakan membuang puntung rokok di area terbuka yang terdapat tumpukan rumput atau dedaunan kering yang mudah tersulut api.

"Oleh karena itu, kami mengimbau warga agar mewaspadai potensi karhutla dengan menghindari aktivitas yang memunculkan titik api," katanya.

Agung mengatakan, dengan adanya angin kencang yang bersifat kering di saat musim kemarau membuat karhutla mudah terjadi dan lebih sulit untuk ditangani.

Baca juga: BMKG keluarkan peringatan dini karhutla sebagian wilayah NTT

"Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu dilakukan secara baik oleh berbagai elemen masyarakat terutama di daerah yang berstatus rawan karhutla sehingga tidak menimbulkan dampak kerugian yang besar," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel