BMW Angkat Bicara soal Krisis Otomotif Global

·Bacaan 1 menit

VIVA – Industri otomotif di seluruh dunia sedang didera kelangkaan pasokan salah satu komponen, yakni semikonduktor atau chipset.

Komponen ini berfungsi untuk mengaktifkan berbagai macam peralatan elektronik yang ada di kendaraan, mulai dari penghangat jok hingga sensor penghapus kaca.

Banyak kendaraan yang sudah selesai dirakit harus disimpan di gudang selama beberapa bulan, karena tidak bisa dikirim ke konsumen akibat ada fitur yang tidak berfungsi.

Kelangkaan ini disebabkan oleh dampak dari pandemi, di mana pabrik pembuat chipset mengalihkan jenis produk mereka ke model yang digunakan untuk perangkat gawai dan smart home, yang menjadi buruan konsumen saat wabah melanda dunia.

Saat perekonomian mulai stabil dan kebutuhan akan kendaraan kembali meningkat, kapasitas produksi yang ada tidak cukup untuk memenuhi semua permintaan, sehingga akhirnya terjadi krisis.

Meski demikian, Director of Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi akan kemungkinan tersebut, sehingga produksi masih berjalan seperti biasa.

“Sampai saat ini belum ada masalah yang sampai misalnya terhenti stoknya, itu belum ada. Tapi, memang ada mempengaruhi fitur, meski bukan yang penting di sebuah kendaraan,” ujarnya di Jakarta, dikutip VIVA Otomotif Jumat 18 Juni 2021.

Vice President Sales BMW Group Indonesia, Bayu Rianto menjelaskan bahwa fitur yang dimaksud adalah kemampuan untuk mengisi ulang baterai ponsel secara nirkabel atau wireless charging, yang saat ini sedang jadi tren di dunia otomotif.

“Fitur itu adalah wireless charging. Dan itu bukan menjadi sesuatu kebutuhan yang utama. Kami juga ada wireless charging portable, bisa diganti dengan itu,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel