BMW i4 Masuk Indonesia Tahun 2022, Punya Modal Apa?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Munich - BMW Group Indonesia menyiapkan kejutan besar untuk tahun 2022 mendatang. Jodie O’tania, Director of Communications, BMW Group Indonesia pada bulan Juni 2021 lalu menyebutkan akan membawa mobil listrik i4 dan iX pada tahun 2022.

Bersama media dari berbagai negara, Liputan6.com berkesempatan untuk mengikuti virtual media presentation of BMW i4 & iX yang berlangsung di Internationale Automobil-Ausstellung (IAA) 2021, Munich.

Ditanya soal potensi BMW i4 saat nanti dipasarkan di Indonesia, David Ferrufino selaku Project Leader BMW i4 pun memberikan tanggapan.

" BMW i4 adalah mobil multitalenta karena menawarkan rasa berkendara sporty yang tinggi dikombinasikan dengan air suspension baru yang memberikan kenyamanan. Fitur-fitur high opening tailgate, mempermudah akses ke ruang bagasi, kalau jok baris kedua dilipat memberikan ruang ekstra 1290 liter," ungkap David Ferrufino.

Menurutnya, BMW i4 dirancang untuk pasar global, bukan hanya Jerman, bukan hanya Eropa, jadi tak ada masalah dipasarkan di Indonesia. " Dengan suspensi udara BMW i4, Anda bisa menikmati berbagai kondisi jalanan dengan mobil, karena mobil akan terasa stabil," pungkas David.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mobil Listrik BMW i4 Resmi Meluncur, Kemampuannya Mengagumkan

BMW resmi meluncurkan mobil listrik BMW i4. Sedan bertenaga listrik ini siap bersaing dengan Tesla Model 3 di segmen sedan listrik.

Ada dua varian yang BMW tawarkan untuk i4, yaitu i4 M50 sebagai yang lebih mahal dan i4 eDrive40 sebagai varian entry. Keduanya tentu menawarkan karakter dan performa yang berbeda, untuk kebutuhan konsumen yang unik juga. Kedua varian dari i4 ini menyusul debut versi konsep yang BMW perkenalkan tahun lalu, yang memancing kontroversi karena desain grille depannya.

Varian i4 M50 menjadi pilihan untuk konsumen yang ingin lebih merasakan performa buas sebuah sedan BMW bertenaga listrik, dengan serangkain sentuhan ala M Sport. Eksteriornya punya tampilan yang kuat dan agresif, menyerupai M440i. mulai dari fascia depan, side skirt, desain spion, velg, dan fascia belakang sangat khas karkater M Sport. Bedanya, grille depan besar sepenuhnya tertutup, karena absennya mesin di balik bonnet dan agar aerodinamika lebih efisien.

Daya Tempuh Hampir 400 Km

Sistem powertrain listriknya mengandalkan baterai yang diklaim bisa dibawa menempuh perjalanan sampai dengan 395 km dalam sekali isi penuh. Output puncak dari dua unit motor listriknya mencapai 536 hp untuk tenaga dan torsi 794 Nm alias hampir 800 Nm. Masing-masing motor listrik depan menyediakan 255 hp dan di belakang 308 hp, yang digabungkan transmisi single speed. Output maksimal bisa digunakan saat mode Super Boost diaktifkan.

Menurut BMW, akselerasi i4 M50 untuk 0-100 km/jam bisa dicapai dalam waktu 3,9 detik, dan 5,7 detik untuk mencapai 200 km/jam. Jika dibandingkan dengan BMW M3, akselerasinya untuk 0-100 km/jam yaitu dalam 4,1 detik, dan 3,8 detik untuk M3 Competition.

Di dalam kabin, BMW menyediakan sistem infotainment dengan layar besar, berdimensi 12,3 inci dan layar 14,9 inci untuk panel instrumen, yang dijadikan dalam satu frame. Kurang lebih sama seperti desain yang sudah dianut oleh Mercedes-Benz. Desain ini yang membedakan antara i4 dengan Seri 4 bermesin konvensional. Selebihnya, desain interior sama seperti Seri 4, hanya dibedakan oleh aksen warna biru di beberapa bagian interior.

Untuk varian terjangkau, yaitu i4 sDrive40, performanya lebih ‘sopan’, dengan hanya menyediakan tenaga 335 hp dan torsi 416 Nm. Varian ini juga hanya menggunakan satu unit motor listrik yang menggerakkan roda belakang. Akselerasinya untuk 0-100 km/jam dalam 5,7 detik, sama seperti model 330i. BMW memasang baterai 81,5 kWh dan transmisi single speed untuk i4 eDrive40.

Titik pusat gravitasi dari i4 eDrive40 berada 2,1 inci lebih rendah dari Seri 3 sedan. Kaki-kaki didukung lift-related shock absorber, air suspension di belakang, electromechanical steering with Servotronic, dan Dynamic Stability Control lebih canggih. Semua sistem itu dirancang demi menonjolkan keunggulan penggerak roda belakang khas BMW pada mobil listrik.

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus

Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Beda Bahaya Covid-19 Varian Delta dengan Delta Plus (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel