BNI Bakal Akuisisi Bank, Begini Rencana Besarnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Royke Tumilaar mengungkapkan rencana BNI akusisi sebuah bank dalam rangka pengembangan bank digital.

"Kami telah mencapai kesepakatan awal untuk akuisisi bank yang memiliki ekosistem bisnis yang kuat untuk dikembangkan menjadi bank digital," kata Royke, dalam paparan virtual BNI bertajuk Public Expose 3Q 2021 pada Senin (25/10/2021).

Dalam prosesnya, Royke menerangkan, bahwa BNI juga akan menjalin kemitraan strategis dengan mitra yang kuat dan berpengalaman dalam pengembangan teknologi finansial.

"Karena kami percaya bahwa teknologi menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan dalam pengelolaan bank digital," tuturnya.

Royke juga menyampaikan bahwa BNI memiliki visi agar bank digital ini nantinya akan fokus pada nasabah UKM dengan operational cost yang murah, juga melihat pontensi besar agar UKM dapat memiliki peran dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, pihak BNI belum mengungkapkan secara spesifik tentang bank mana yang akan mereka akusisi dan dibuat menjadi bank digital.

"Untuk nama-nama pihak terkait, mohon maaf saya belum bisa sampaikan pada kesempatan ini. Namun untuk perkembangannya ke depan kami pasti akan menyampaikan informasinya kepada publik mengenai rencana pengembangan ini - sesuai dengan peraturan pasar modal dan regulasi pada institusi keuangan," terang Royke.

Diketahui bahwa sebelumnya, BNI dikabarkan akan akuisisi bank lain sebagai langkah transformasi digital.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bank Digital

(Foto:@BNI)
(Foto:@BNI)

Terkait alokasi dana, Royke mengatakan bahwa rencana pembangunan bank digital ini sudah masuk di Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2021, termasuk penganggaran dana yang dubutuhkan untuk melakukan akusisi.

"Target IBL-nya adalah Buku 1, Buku 2, berdasarkan klasifikasi bank sebelumnya yang Buku 1 dan Buku 2. Ini berarti modal intinya tidak lebih dari Rp 3 triliun," ungkap Royke.

"Tentunya proses akusisi akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kami akan pastikan memiliki valuasi yang wajar," tambahnya.

Royke juga mengatakan bahwa BNI memiliki kecukupan modal yang kuat untuk melakukan ekspansi secara organik maupun non-organik.

Rencana akusisi tersebut juga disebut tidak akan berdampak secara signifikan terhadap permodalan BNI. Hal itu dikarenakan serangkaian aksi korporasi yaitu peningkatan modal, termasuk penerbitan Additional Tier-1.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel