BNI Bidik Pertumbuhan Kredit 2021 hingga 8 Persen

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI, Royke Tumilaar, memprediksi bahwa pertumbuhan kredit BNI pada tahun 2021 ini akan berada di kisaran 6 sampai dengan 8 persen.

Royke mengaku, keyakinan itu akibat munculnya optimisme yang kuat sebagaimana yang juga diyakini oleh banyak institusi global maupun pemerintah, demi melihat situasi saat ini di mana pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih baik dari tahun 2020 kemarin.

"Kita proyeksikan tahun ini akan tumbuh kurang lebih di kisaran 6-7 persen range pertumbuhan kredit kita. Atau mungkin kalau misalnya yang terbaik bisa kita capai 8 persen" kata Royke dalam telekonferensi, Senin 29 Maret 2021.

Royke mengatakan, di kuartal II-2020 lalu memang terjadi penurunan yang tajam dari sisi ekonomi, meskipun di kuartal ketiga dan keempat mulai ada perbaikan dalam sejumlah aspek perekonomian nasional.

Namun, Royke menegaskan bahwa di kuartal II-2021 dan seterusnya, perekonomian nasional akan semakin baik lagi. Terutama karena didorong program vaksinasi COVID-19 yang menurutnya mulai berjalan dengan begitu baik.

"Kita yakin akan tumbuh 'confidence' dari masyarakat, dan juga ekonomi akan mulai bergulir kembali serta akan membaik," ujar Royke.

Dia menegaskan, hal itu karena berbagai upaya pemerintah sangat optimal dalam pemulihan ekonomi nasional, terutama melalui beberapa kebijakan yang cukup bagus dan dinilai akan turut membantu memulihkan perekonomian nasional.

"Misalnya terkait dengan kebijakan pemberian PPnBM 0 persen, LTV di sektor properti, dan banyak lagi yang pemerintah lakukan dalam hal ini termasuk membuka diri untuk mendapat masukan dari industri," kata Royke.

"Maka BNI juga akan memanfaatkan hal tersebut, sehingga kita mudah-mudahan di tahun 2021 bisa tumbuh lebih baik daripada tahun sebelumnya," ujarnya.