BNI Harapkan Rp 17 Miliar dari Asuransi  

  • Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNnews.com
    Sebagian Besar Uang Suami Dikelola Istri, Tapi Manajemen Keuangan Paya …

    TRIBUNNEWS.COM - Sebagian besar uang gaji suami dikelola istri. Sialnya, mayoritas wanita tak punya pengetahuan pengelolaan keuangan yang bagus. …

  • Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    Merdeka.com
    Dahlan pasrah rencana penyerahan BTN ke Mandiri 'digagalkan' S …

    MERDEKA.COM. Menteri BUMN Dahlan Iskan menyayangkan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menginstruksikan untuk menunda rencana pelepasan saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kemudian dialihkan ke Bank Mandiri. …

  • AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    Merdeka.com
    AP II ingin hadirkan kebun binatang di bandara Jambi

    MERDEKA.COM. PT Angkasa Pura II bersiap mengembangkan bandar udara berkonsep kebun binatang di Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi. Kementerian Perhubungan langsung mengkaji rencana itu, karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.Menteri Perhubungan Evert Erenst Mangindaan mengaku baru mendengar proposal AP II itu. Dia mempersilakan operator bandara berkreasi dengan konsep layanan penerbangan, asal keamanan terjamin. ... …

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Negara Indonesia (BNI) menargetkan penambahan pendapatan non bunga (fee based income) sebesar Rp 17 miliar dari kerja sama terbarunya dalam penjualan bancassurance (asuransi lewat bank) untuk nasabah prioritas. BNI bekerja sama dengan empat perusahaan asuransi, yakni PT BNI Life Insurance, PT Asuransi Jiwa Sequis Life, PT Asuransi Cigna, dan PT AIA Financial.

"Kami ingin menambah produk untuk nasabah prioritas. Memperkaya layanan untuk nasabah Emarald," kata Direktur Konsumer dan Retail BNI, Darmadi Sutanto, Rabu, 11 April 2012.

Masing-masing mitra asuransi BNI menawarkan produk yang berbeda seperti asuransi kesehatan dari Sequis, produk AIA Eksekutif Link dari AIA, produk Cigna Dynamic Click dari Cigna, dan Produk Blife Maksima dari BNI Life. "Tergantung pada nasabah, butuh produk yang mana, sesuai dengan kebutuhan," ujar Darmadi.

Khusus dari kerja sama ini BNI menargetkan total premi sekitar Rp 300 miliar. Tak muluk-muluk, kata dia, karena BNI masih baru dalam hal penjualan dan pemasaran bancassurance. Jika segmen ini sukses, BNI akan memperluas pemasaran dan penjualan bancassurance untuk segmen lainnya.

Vice President Wealth Management and Investment BNI, Teddy Atmadja, menuturkan saat ini BNI memiliki 12 ribu nasabah Emerald (simpanan di atas Rp 1 miliar). "Dari 12 ribu nasabah diperkirakan yang bisa masuk untuk bancassurance ini sekitar 750–1.000 nasabah untuk tahun pertama," ujarnya.

Hingga akhir 2011 BNI mengelola dana pihak ketiga dari segmen Emerald sekitar Rp 32 triliun. Pada 2012 BNI menargetkan pertumbuhan 25 persen menjadi sekitar Rp 46 triliun. Hingga kuartal pertama 2012, pertumbuhan dana kelolaan di segmen Emerald sekitar 8-10 persen.

Para pimpinan dari empat asuransi sendiri masih enggan menyebutkan target premi dari pemasaran dan penjualan produk bancassurance masing-masing. Presiden Direktur PT Asuransi Cigna, Christine Setyabudhi, mengungkapkan sesuai dengan segmen nasabah yang disasar mereka lebih mengutamakan quality sales. "Kalau itu sudah terbentuk, angka sudah pasti datang dengan sendirinya," ujar dia.

Menurut Presiden Direktur PT Asuransi Jiwa Sequis Life, Tatang Widjaja, premi bancassurance pada 2011 sekitar 3 persen dari total premi yang mencapai 1,7 triliun. "Kami harapkan kontribusi lebih tinggi," ujarnya.

Presiden Direktur BNI Life, Junaedi Ganie, mengatakan tahun lalu kontribusi premi bancassurance pada 2011 sekitar 42 persen dari total premi yang mencapai Rp 1,1 triliun. "Tahun ini target 51 persen kontribusi dari total premi yang ditargetkan Rp 1,9 triliun," ucapnya. Total premi bancassurance tercatat tertinggi, di atas kontribusi dari agensi, apply benefit, dan asuransi syariah.

Junaedi juga belum bisa menyebut target pasti dari kerja sama dengan induk usahanya tersebut. "Baru bisa memperhitungkan setelah mengenal potensial kliennya berapa. Kami butuh tiga bulan, baru kami bisa menargetkan mampu berapa," ucapnya.

MARTHA THERTINA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...