BNI Incar Pertumbuhan Penyaluran Kredit hingga 8 Persen pada 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk/BNI (BBNI) menargetkan penyaluran kredit hingga 8 persen pada 2021.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar mengatakan, perseroan optimistis kondisi perekonomian global maupun domestik pada 2021 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya sehingga dapat mendorong penyaluran kredit perseroan.

"Kita proyeksi pertumbuhan kredit 6 persen sampai 7 persen, jadi itu proyeksi kami. Kalau bisa membaik, mungkin 8 persen," ujar dia dalam video konferensi, Senin (29/3/2021).

Sehubungan dengan itu, BNI akan melakukan banyak perbaikan internal, proses kredit, dan transaksi, agar lebih efisien. Royke menambahkan, penyaluran kredit diperkirakan akan terakselerasi mulai kuartal kedua tahun ini.

Hal itu ditopang adanya program vaksinasi yang terus dilakukan pemerintah, ditambah berbagai stimulus dari otoritas fiskal maupun regulator di sektor keuangan, akan berdampak positif pada pertumbuhan kredit perseroan.

"Kita sangat yakin, mungkin di kuartal II dan seterusnya dengan adanya program vaksinasi yang mulai berjalan begitu baik, kita yakin akan tumbuh confidence dari masyarakat dan juga ekonomi akan mulai bergulir, mulai kembali akan membaik,” ujar dia.

Insentif

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kini mencapai usianya yang ke-73 tahun. Sebuah ikon baru diresmikan sabagai salah satu kado istimewa pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNI tersebut, yaitu Gedung Menara BNI di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Jumat (5 Juli 2019).
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kini mencapai usianya yang ke-73 tahun. Sebuah ikon baru diresmikan sabagai salah satu kado istimewa pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BNI tersebut, yaitu Gedung Menara BNI di kawasan Pejompongan, Jakarta, pada Jumat (5 Juli 2019).

Di sisi lain, kebijakan diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor, insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor properti, yang didukung dengan loan to value (LTV) hinggga 100 persen atau uang muka nol persen persen, dinilai akan mampu memulihkan perekonomian pada tahun ini.

"Karena juga memang terasa, pemerintah itu all out untuk pemulihan ekonomi ini, dengan beberapa kebijakan-kebijakan yang cukup bagus, banyak terkait kebijakan pemberian PPnBM yang nol persen, kemudian LTV properti, dan banyak lagi," tambahnya.

Realisasi penyaluran kredit BNI sepanjang 2020 mencapai Rp 586,2 triliun. Angka ini tumbuh 5,3 persen secara tahunan, dan tercatat lebih tinggi dari realisasi penyaluran kredit industri perbankan yang minus 2,41 persen yoy.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini