BNI sinergi dengan Hipmi untuk dorong pemberdayaan UMKM

Budi Suyanto
·Bacaan 2 menit

PT Bank Negara Indonesia (BNI) bersinergi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk mendorong adanya kemudahan pembiayaan dan pemberdayaan bagi sektor UMKM.

Penguatan sinergi ini dilakukan melalui penandatanganan komitmen kedua pihak di Jakarta, Selasa, untuk memberikan komitmen pembiayaan dan dukungan secara terpusat kepada pelaku UMKM.

Rangkaian kerja sama ini mencakup kemudahan antara lain penyaluran kredit secara klaster, penggunaan BNI Move untuk percepatan proses kredit, hingga pendampingan bagi UMKM melalui pelatihan keterampilan dan koordinasi dengan mitra strategis.

Baca juga: BNI tetapkan empat prioritas dalam pelaksanaan kebijakan perusahaan

Direktur UMKM BNI Muhammad Iqbal mengatakan penandatanganan ini merupakan langkah positif untuk memperkuat UMKM dengan mempermudah akses pinjaman kepada usaha kecil melalui KUR serta pola kemitraan dengan jaringan yang ada.

"Kami optimistis akan membuahkan hasil yang menggembirakan tidak hanya dari sisi bisnis, namun pengembangan UMKM secara menyeluruh serta turut mendorong roda perekonomian nasional," katanya.

Ia mengatakan komitmen ini juga dapat memberikan efek lanjutan kepada anggota maupun mitra binaan di daeerah apalagi HIPMI dapat menjadi sebagai pendamping, penjamin maupun collection and referal agent.

Sementara itu, Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan BPP Hipmi Ajib Hamdani mengatakan kerja sama ini dapat mendorong geliat bagi pelaku UMKM yang selama ini membutuhkan mitra perbankan untuk ekspansi bisnis.

Baca juga: BNI catatkan pertumbuhan aset 12,5 persen triwulan III-2020

"Kerja sama yang menguntungkan tidak selalu berkaitan untuk faktor bisnis dan finansial semata, namun juga terdapat faktor sosial, pemerataan, dan humanisme di dalamnya," katanya.

Dengan adanya dukungan ini, ia mengharapkan, UMKM sebagai sektor riil terbesar yang terdampak pandemi COVID-19 dapat segera pulih dan bangkit untuk mendukung kinerja perekonomian nasional.

Koordinasi tersebut merupakan langkah strategis mengingat sebagai organisasi independen nirlaba, Hipmi mempunyai jaringan keanggotaan yang luas di 34 provinsi dengan 354 BPP untuk mendukung kegiatan usaha dan perekonomian Indonesia.

Sementara itu, hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp15,05 triliun kepada 170.569 debitur yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil, mikro maupun super mikro.