BNI terus diapresiasi investor berkat kinerja yang solid

Perseroan Terbatas Bank Negara Indonesia Tbk. terus mencetak kinerja solid dengan pertumbuhan laba yang makin kuat sebesar 75 persen secara tahunan menjadi senilai Rp8,8 triliun sehingga membuat saham perseroan makin mendapat apresiasi positif dari investor.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan bahwa pencapaian itu merupakan hasil dari strategi pertumbuhan bisnis yang selektif dan bijaksana, serta konsistensi dalam eksekusi program transformasi yang berfokus pada perbaikan kualitas kredit dan manajemen risiko, percepatan transformasi digital, serta penguatan kinerja perusahaan anak.

"Strategi ini kami arahkan untuk membawa BNI menjadi bank dengan profitabilitas yang tinggi dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin terhadap investor yang percaya kepada BNI," kata Novita pada Public Expose Live 2022 yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa.

Novita optimistis pertumbuhan BNI ke depan akan tetap positif. Dengan demikian, emiten berkode saham BBNI ini akan berupaya untuk meningkatkan Return on Equity (RoE) atau rasio laba yang dihasilkan bank dari modalnya hingga ke atas 18 persen pada tahun 2025.

Dengan RoE per Juni 2022 sebesar 15,1 persen, berarti profitabilitas BNI akan terus meningkat secara berkelanjutan.

Untuk mencapai target tersebut, dia memaparkan strategi pertumbuhan perseroan dalam 3 tahun ke depan akan berfokus pada tiga hal. Pertama, pertumbuhan kredit BNI di segmen korporasi akan fokus pada nasabah blue chip dengan kualitas dan outlook kinerja usaha yang baik dan secara historis telah terbukti berdaya tahan dalam menghadapi gejolak perekonomian.

Adapun fokus ketiga adalah pertumbuhan bisnis segmen konsumer yang akan datang dari strategi cross selling dengan nasabah segmen korporasi dan UMKM.

Direktur Keuangan BNI mengatakan bahwa BNI akan fokus mengoptimalkan peluang bisnis, seperti kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit tanpa agunan (KTA) dari pemilik bisnis maupun pegawai nasabah wholesale banking.

Novita menekankan bahwa BNI berkomitmen untuk memastikan target RoE ini dapat dicapai mulai dengan tahun ini, terlebih karena kinerja perseroan hingga semester kedua 2022 masih sesuai dengan jalur untuk merealisasikan pencapaian laba tertinggi dalam sejarah perseroan.

"Kami melihat ada korelasi yang kuat antara tingkat ROE dan valuasi saham dari parameter price-to-book value. Maka, harapannya valuasi saham BNI ke depan akan terus meningkat dan memberikan imbal hasil yang optimal bagi pemegang saham," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia menyampaikan susunan pengurus perseroan yang baru, yakni hasil dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada tanggal 31 Agustus 2022 akan menjadi motor pendorong kinerja yang solid.

"Dengan susunan kepengurusan perseroan yang ada saat ini, kinerja BNI diharapkan makin solid dan dapat tumbuh lebih optimal," kata Novita.

Baca juga: BNI buka peluang kembali terbitkan obligasi hijau
Baca juga: Dirkeu BNI sebut tak ada rencana penggabungan BNI dengan BTN