BNI tuntaskan 2 aksi korporasi, salah satunya ambil alih Bank Mayora

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk (BNI) menuntaskan dua aksi korporasi yakni pengambilalihan Bank Mayora dan pendirian BNI Modal Ventura sebagai anak perusahaan terbaru.

Corporate Secretary BNI Mucharom mengatakan kedua aksi korporasi tersebut menegaskan keseriusan BNI dalam mengeksplorasi potensi bisnis digital dan memperdalam basis usahanya pada rantai pasok yang semakin luas.

"Ceruk pasar di Segmen UMKM serta ritel pun akan digali khususnya dalam pengembangan Bank Mayora ke depan. Terlebih, segmen ini memiliki potensi yang masih sangat besar serta dapat berintegrasi secara erat dengan existing bisnis BNI," kata Mucharom dalam keterangan resmi, di Jakarta,Jumat.

BNI juga telah menyelesaikan pendirian dan penyertaan modal pada BNI Modal Ventura senilai Rp500 miliar sebagaimana tercantum pada Rencana Bisnis Bank (RBB) 2022 BNI yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca juga: RUPS BNI setujui akuisisi saham Bank Mayora

Mucharom menuturkan pendirian dan penyertaan modal pada BNI Modal Ventura merupakan rangkaian strategi BNI dalam menjawab potensi pengembangan digital banking.

“Tentunya banyak potensi pengembangan bisnis yang dapat diraih BNI Group bersama BNI Modal Ventura khususnya pada pengembangan bisnis digital di Indonesia,” katanya.

Mucharom melanjutkan BNI Modal ventura ini akan menjadi kendaraan strategis bagi BNI Group dalam mengembangkan inovasi teknologi di internal grup perusahaan dan didorong untuk menjawab kebutuhan penyertaan modal pada start-up potensial.

“Semua dilakukan dengan harapan mempercepat transformasi digital yang di semua lini bisnis BNI guna menambah penciptaan nilai sekaligus mempercepat proses optimalisasi potensi ekonomi digital di Indonesia,” sebutnya.

Baca juga: BNI optimalkan BUMDes tingkatkan investasi desa di Magelang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel