BNN Sebut 80 Persen Sindikat Narkotika Internasional Masuk ke Indonesia Lewat Laut

·Bacaan 2 menit
Petugas menata barang bukti 25 kilogram sabu di Kantor BNN, Jakarta, Senin (22/5). BNN mengungkap kasus peredaran Narkoba jaringan internasional yang dikendalikan terpidana mati, Togiman alias Toge dari Lapas Tanjung Gusta. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Bandan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap 80 persen peredaran narkotika internasional yang masuk ke Indonesia melewati jalur laut.

Hal ini terjadi karena wilayah Indonesia memiliki perairan yang luas. Sehingga jalur laut masih menjadi favorit para sindikat jaringan international untuk menyeludupkan narkotika ke Indonesia.

"80 persen memasuki wilayah Indonesia melalui jalur laut. Kita tangkap itu ada titik merah, yang paling banyak itu dari pulau Sumatera dari Aceh ke bawah hingga ke Tanjung Balai, Asahan, kemudian lanjut ke pulau Kalimantan Utara juga," kata Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN Brigjen Pol I Wayan Sugiri saat diskusi daring, Rabu (27/10/2021).

Meski begitu, Wayan mengatakan bukan tidak mungkin sindikat tersebut menyelundupkan narkotika melalui jalur darat dan udara. Seperti kejadian peredaran narkotika di Entikong, Kalimantan Barat yang terjadi pada 2003 lalu hingga bisa sampai ke Jakarta.

"Sudah 18 tahun lalu. Itu saya mengenal ada penyeludupan narkotika di Entikong itu 2003 ketika dinas di Polda metro itu ekstasi masuk dari sana sampai ke Jakarta salah satunya ada yang lewat darat," bebernya.

Wayan membeberkan lokasi yang rawan jadi pintu masuknya peredaran narkotika terutama sabu-sabu, yang disebut dengan jalur Golden Triangle.

"Yang kita ketahui bersama itu ada golden triangle yang sampai saat ini masih menjadi legenda bahwa disitu jalur utama masuknya narkoba jenis shabu lewat jalur sungai Mekong ke Indonesia," bebernya.

Jalur Golden Triangle

Dimana jalur tersebut sudah sangat lama terkenal menjadi pintu masuk peredara narkotika, berawal dari Sungai Mekong yang membentang dari Kamboja, Thailand, dan Myanmar.

"Lalu terdapat sungai yang dipakai jalur masuknya narkoba. Sehingga akan berakhir di Aceh, turun hingga nyampelah barang tersebut tersebar di Sumatera dan Jawa," terangnya

Sedangkan untuk jalur narkotika lain dari international, seperti MDMA merupakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat adiktif lainnya) biasanya berasal dari eropa masuk melalui Sumatera. Sementara untuk narkotika jenis baru, NPS yang masuk ke Indonesia biasanya dikirim dari Cina.

"Nah ganja kita ketahui ini produksi lokal, dari Aceh menyebar sampai ke seluruh Indonesia," katanya.

Reporter: Bachtiarudin alam

Sumber: Merdeka

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel