BNN Temukan 14 Narkotika Jenis Baru

Batam (ANTARA) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Anang Iskandar mengatakan saat ini ada 14 dari 251 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia.

"Ada 251 jenis narkoba baru yang ditemukan di dunia dalam beberapa waktu terakhir dan 14 diantaranya ada di Indonesia," kata dia di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, jenis baru narkotika ini diperoleh dari laporan dan kemudian diteruskan ke laboratorium BNN. Narkoba jenis baru ini sangat mudah ditemukan.

"Saat ini jumlah pengguna narkoba di Indonesia sudah menyentuh empat juta orang. Memang peredaraan narkoba sudah berkembang pesat di seluruh dunia tidak hanya di Indonesia, namun kami tetap yakin pada 2015 Indonesia bisa bebas narkoba," kata dia.

Anang mengatakan, untuk narkoba yang berasal dari luar negeri sebagian masuk melalui Kota Batam dan wilayah lain di Provinsi Kepulauan Riau.

"Pada umumnya Narkotika dari Malaysia untuk masuk ke Indonesia melalui Batam sebagai kota transit. Dari Batam baru dikirim ke kota lain seperti Jakarta dan Surabaya," kata dia.

BNN, kata dia, akan memberikan perhatian khusus bagi Batam untuk memutus masuknya narkoba ke Indonesia melalui kota yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia tersebut.

"Kami akan memberikan perhatian khusus untuk mengurangi narkoba masuk ke Indonesia melalui Batam. Kami juga akan membangun pusat rehabilitasi di Batam," kata dia.

Pusat rehabilitasi pengguna Narkotika yang akan dibangun di Batam pada tahun ini, kata dia, merupakan nomor dua terbesar setelah pusat rehabilitasi Lido di Sukabumi.

"Di sini merupakan pusat rehabilitas ke empat yang dibangun. Dengan anggaran pembangunan sebesar Rp50 Miliar," kata Anang.

BNN, kata dia, juga mengimbau seluruh wali kota/bupati di Indonesia untuk serius menangani penyalagunaan narkoba dan membentuk pusat rehabilitasi. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.