BNP Paribas AM: Pemulihan Fundamental di Pasar Saham Sesuai Jalur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemulihan ekonomi RI kian membaik pada 2021. Hingga kuartal pertama 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 minus 0,74 persen.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia telah jauh membaik dibanding kuartal-kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pada kuartal II-2020 lalu tercatat minus 5,32 persen, kuartal III minus 3,49 persen, dan minus 2,19 persen di kuartal IV.

PT BNP Paribas Asset Management (PT BNP Paribas AM) menilai, kondisi tersebut turut mempengaruhi kesiapan pelaku pasar pada semester II 2021. Lantaran, di tengah tren pemulihan, angka kasus COVID-19 malah kembali melonjak.

"Terkendalinya kasus COVID-19 di Indonesia merupakan kunci untuk akselerasi pemulihan ekonomi dan kembalinya aliran dana asing ke pasar," ujar Direktur & Head of Fixed Income PT BNP Paribas AM, Djumala Sutedja dalam rilis market outlook, Kamis (8/7/2021).

Sementara itu, berbicara kelas aset saham di semester kedua, Djumala percaya pemulihan secara fundamental juga masih on track. Meskipun saat ini para asset managers dan investor domestik sedang dalam masa rebalancing. Hal ini yang kemudian memicu pergeseran sentimen pasar dari bigcaps ke small caps.

"Rebalancing portofolio oleh investor ini dilakukan dalam rangka persiapan perubahan kebijakan pada IHSG yang akan menggunakan metode perhitungan free float adjustment serta menyambut IPO beberapa perusahan tech giant," ujar dia.

Setelah proses tersebut dilakukan, Djumala memperkirakan, data fundamental akan kembali mendorong sentimen positif di pasar, terutama bagi saham big caps atau kapitalisasi besar.

Peluang Investasi

(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)
(Foto: Ilustrasi investasi saham. Dok Unsplash/Austin Distel)

Adapun terkait pasar obligasi, Djumala menerangkan, saat ini investor perlu memperhatikan arah dan perubahan kebijakan moneter di AS yang pengaruhnya cukup besar terhadap pergerakan yield obligasi IndoBeXG belakangan ini.

"Arah kebijakan moneter di AS merupakan risiko yang cukup besar bagi pemulihan ekonomi dan pasar obligasi Indonesia. Pembalikan kebijakan di AS yang lebih cepat dapat menghambat proses pemulihan dan tingkat suku bunga domestik juga berisiko naik,” kata dia.

Untuk menangkap peluang investasi yang relevan dengan kondisi saat ini, PT BNP Paribas AM tengah menyiapkan solusi investasi yang inovatif baik bagi nasabah institusi maupun ritel.

"Teknologi merupakan salah satu sektor yang memiliki prospek yang menarik, terutama dengan kabar beberapa perusahaan giant tech yang siap untuk IPO. Untuk itu, kami sedang menyiapkan solusi yang memudahkan investor mengakses ke sektor-sektor yang akan menjadi tulang punggung tatanan dunia baru tersebut," imbuh dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel