BNP2TKI Fasilitasi Asuransi 203 Pelaut Terdampar

Jakarta (Antara) - Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat memfasilitasi pengurusan klaim asuransi untuk 203 pelaut yang pernah terdampar di perairan Trinidad dan Tobago, Amerika Tengah, dan Pantai Gading, Afrika Barat, pada Oktober-November tahun lalu.

"Mereka menuntut hak-haknya seperti gaji bulanan sebesar 150-180 dolar AS yang tidak pernah dibayarkan selama bekerja termasuk hak asuransi, " ujarnya saat menerima sekitar 40 pelaut yang mendatangi kantor Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indinesia (BNP2TKI) di Jakarta, Selasa, untuk mengadukan nasib mereka.

Para pelaut itu merupakan anak buah kapal ikan Cunhong 201 dan 302 serta sebagian lagi bekerja di kapal Youngdoc 3. Ketiga kapal milik perusahaan Kwo Jeng, Taiwan, yang mengangkut ratusan anak buah kapal dari Indonesia itu terdampar di perairan Trinidad dan Tobago serta Pantai Gading.

Di hadapan Kepala BNP2TKI mereka mengaku dipulangkan Perwakilan RI di kedua negara tersebut secara bertahap hingga Desember 2012, setelah nasibnya tidak menentu selama puluhan hari.

Jumlah mereka yang dipulangkan mencapai 203 orang dan mereka berasal dari Jawa Barat seperti Indramayu dan Cirebon, selain dari Jawa Tengah seperti Brebes, Tegal, Pemalang, dan Kebumen.

Atas kasus tersebut, Jumhur memanggil pimpinan PT Cartigo, perusahaan tenaga kerja, pada Selasa sore untuk memenuhi tuntutan pembayaran gaji, di samping hak asuransi para pelaut melalui perusahaan yang mempekerjakan di Taiwan. Pertemuan serupa akan dilanjutkan pada Kamis (11/7) di BNP2TKI.

BNP2TKI menerapkan sanksi dalam bentuk menunda pelayanan penempatan TKI pelaut kepada PT Cartigo sampai terpenuhinya hak-hak para TKI pelaut tersebut.

Ke-203 pelaut bekerja sejak 2008, 2009, dan 2010, yang ditempatkan dua perusahaan di Indonesia yakni PT Cartigo Multi Global, Jakarta, dan PT Bahana, Bekasi, Jawa Barat.

PT Cartigo sampai kini masih beroperasi di Jalan Jelambar Selatan XII Nomor 8, Jakarta Barat, sedangkan PT Bahana tidak lagi jelas operasionalnya.

Sementara itu, perusahaan Kwo Jeng di Taiwan menyatakan bangkrut sejak peristiwa kapalnya terdampar. Perusahaan Kwo Jeng memang menyanggupi untuk membayar gaji, namun menunggu ketiga kapal yang terdampar terjual.

Akibat kasus itu pula, para pelaut melaporkan PT Cartigo ke kepolisian. Direktur Utama PT Cartigo, Willy, kini dalam tahanan Mabes Polri. Upaya lain untuk mengadukan PT Bahana tidak tercapai karena ketidakjelasan aktivitas perusahaan itu.

Jumhur menambahkan ke-203 pelaut itu merupakan korban akibat kekosongan peraturan mengenai prosedur penempatan dan perlindungan TKI pelaut sebelum BNP2TKI menerbitkan Peraturan Kepala BNP2TKI No.PER.03/KA/I/2013 tentang tata cara penempatan dan perlindungan TKI pelaut perikanan di kapal berbendera asing.

Selanjutnya, BNP2TKI menerbitkan satu peraturan tambahan berupa Peraturan Kepala BNP2TKI No.PER.12/KA/IV/2013 tentang tata cara perekrutan penempatan dan perlindungan TKI pelaut di kapal berbendera asing.

Kedua peraturan untuk menertibkan penempatan para pelaut, menetapkan gaji mininum 300 dolar AS sekaligus mempertegas aspek perlindungan bagi TKI pelaut.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.