BNP2TKI: Tahun 2012 TKI Formal Lebih Banyak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mengklaim telah berhasil melakukan penempatan TKI formal yang lebih banyak dibandingkan TKI informal sepanjang 2012.

Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat dalam jumpa pers mengenai capaian kinerja pelayanan BNP2TKI 2011-2012 di kantor BNP2TKI Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (9/1/2013) menuturkan upaya memprioritaskan peningkatan penempatan TKI formal berhasil dilakukan.

"TKI formal adalah mereka yang bekerja di luar negeri pada berbagai perusahaan atau organisasi yang berbadan hukum, memiliki kontrak kerja yang kuat, dilindungi secara hukum di negara penempatan sehingga relatif tidak mendapatkan permasalahan selama bekerja di luar negeri," kata Jumhur.

Sedangkan TKI informal atau biasa disebut "domestic worker" atau penata laksana rumah tangga adalah mereka yang bekerja di luar negeri pada pengguna perseorangan yang tak berbadan hukum sehingga hubungan kerjanya subjektif dan relatif rentan menghadapi permasalahan.

Namun, penempatan TKI sektor informal PLRT yang masih berlangsung justru tidak semakin digalakkan pemerintah secara 'asal-asalan', pasalnya mulai tahun 2011 BNP2TKI melakukan syarat pengetatan dalam program pelatihan TKI PLRT termasuk tujuan Hongkong dan Taiwan.

Dari jumlah penempatan TKI selama 2012 sebanyak 494.609 orang itu ternyata lebih banyak TKI sektor formal yakni sebanyak 258.411 orang dibandingkan (domestic worker) atau penata laksana rumah tangga yakni sebanyak 236.198 orang.

Padahal pada 2011 jumlah penempatan TKI formal sebanyak 264.756 orang sedangkan TKI informal sebanyak 316.325 orang dan pada 2010 jumlah penempatan TKI formal hanya 124.683 orang sedangkan TKI informal sebanyak 415.121 orang.

"Mudah-mudahan penempatan TKI formal dapat meningkat terus seiring dengan peningkatan kualitas calon TKI yang terampil dan memiliki kemampuan kerja yang baik," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.