BNPB antisipasi KTT G20 dari potensi bencana hingga PMK

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendukung kesuksesan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 dengan mengantisipasi potensi bencana alam, COVID-19, hingga penyakit mulut dan kuku (PMK).

“BNPB siap mendukung dan menyukseskan G20 pada 15 hingga 16 November mendatang,” ujar Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Suharyanto dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat.

Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Infrastruktur, Logistik, Media dan Komunikasi, Keamanan, Side Event dan Kesehatan di Hotel Renaissance Bali, Nusa Dua, Kamis (10/11), Suharyanto mengatakan pihaknya turut mempersiapkan tiga hal dalam mendukung penyelenggaraan G20 berjalan dengan aman dan maksimal.

Pertama adalah antisipasi bencana alam melalui pelaksanaan tabletop exercise (TTX). “Untuk antisipasi bencana alam, BNPB telah melaksanakan tabletop exercise terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami,” ujar Suharyanto.

Pelaksanaan TTX telah dipersiapkan sejak bulan September lalu, mulai dari rapat koordinasi, perancangan, final planning conference, pelaksanaan TTX hingga pelaporan dan penyusunan rekomendasi.

Baca juga: Kepala BNPB pastikan kesiapan hadapi bencana jelang KTT G20

Baca juga: Gubernur Koster pastikan bencana alam di Bali tak ganggu G20

Kedua, Kepala BNPB yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Nasional turut mengungkapkan bahwa penerapan protokol kesehatan akan terus dipantau untuk mencegah penularan pada saat kegiatan puncak acara G20.

“Kami telah membentuk posko pemantauan protokol kesehatan COVID-19 di kawasan Rumah Resiliensi Indonesia yang berlokasi di Puja Mandala Nusa Dua,” ungkap Suharyanto.

Tentunya hal ini sesuai dengan Surat Edaran Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) No. 25, pada pintu masuk dan keluar Bali dilaksanakan pemeriksanaan syarat perjalanan, termasuk syarat vaksinasi booster.

Terakhir, Suharyanto selaku Ketua Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Nasional turut menjelaskan perkembangan dan penanganan PMK di Provinsi Bali.

“Sejak 15 Agustus lalu, Provinsi Bali telah dinyatakan sebagai daerah zero reported case PMK, namun kita tidak boleh lengah. Penerapan biosekuriti, vaksinasi, dan testing kami perketat,” kata dia.

Suharyanto juga menjelaskan bahwa BNPB telah membentuk tiga posko biosekuriti di wilayah Bali dan akan menambah posko lainnya guna memperketat strategi pencegahan penularan PMK.

“Tiga posko ada di Pelabuhan Gilimanuk, Padang Bai dan Benoa, kemudian kami akan menambah posko di Pelabuhan Ketapang, Lembar dan Bandara I Gusti Ngurah Rai,” jelasnya.

Penerapan biosekuriti sudah diterapkan di Provinsi Bali, mulai dari karpet disinfektan pada wilayah bandara, box disinfeksi di pelabuhan, penyemprotan di check point dan disinfeksi ke kandang-kandang.

Bersama unsur pentaheliks, BNPB mendukung seluruh rangkaian kegiatan hingga puncak KTT G20 melalui langkah-langkah antisipasi terjadinya bencana alam ketika kegiatan berlangsung, lonjakan kasus COVID-19 serta pencegahan penularan PMK sehingga perhelatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 akan diselenggarakan pada 15 hingga 16 November 2022 di Nusa Dua, Badung, Provinsi Bali.

Baca juga: Pemerintah terapkan protokol kesehatan untuk cegah COVID-19 di KTT G20

Baca juga: Buktikan Indonesia negara taat prokes lewat KTT G20