BNPB Dapat Anggaran Rp 5 Triliun per Tahun Tangani Bencana

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Indonesia setiap tahun. Anggaran tersebut siap pakai untuk mitigasi maupun penanganan pasca bencana.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pemerintah setiap tahun memberikan anggaran khusus penanganan bencana. Anggaran tersebut siap dicairkan kapan pun dibutuhkan.

"Penanganan bencana kan di-lead BNPB dan kita selama ini mencanangkan dana sebesar Rp4 hingga Rp5 triliun untuk kebutuhan pendanaan ini," ujar Askolani dalam rakornas BNPB, Jakarta, Rabu (10/3).

Askolani mengatakan, dalam mengelola dan menggunakan dana tersebut BNPB bekerjasama dengan seluruh kementerian dan pemerintah daerah. Pemakaian dana tergantung bencana yang tengah dialami oleh masyarakat.

"Dari pemantauan kami kadang seluruhnya terpakai, lebih, kadang bersisa. Itu semua sangat tergantung dengan pola bencana," jelasnya.

Dia menambahkan, pemerintah juga mengalokasikan dana bantuan di kementerian untuk digunakan dalam kondosi mendesak. Misalnya, ketika ada bencana dan masyarakat butuh bantuan sosial maka dapat digunakan anggaran dibawah Kementerian Sosial.

"Punya dana dixkementerian misalnya Kemensos. Dia bisa turun anytime untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat. Kombinasi ini lah yang kemudian, BNPB sudah memiliki pengalaman yang panjang koordinasi dengan yang lain," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Tangani Covid-19, Anggaran BNPB Ditambah Rp 3,5 Triliun

Kerusakan infrastruktur akibat gempa Ambon yang terjadi Kamis (26/9/2019) menyasar perumahan, fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran, dan fasilitas umum. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)
Kerusakan infrastruktur akibat gempa Ambon yang terjadi Kamis (26/9/2019) menyasar perumahan, fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran, dan fasilitas umum. (Dok Badan Nasional Penanggulangan Bencana/BNPB)

Pemerintah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 3,5 triliun kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk penanganan Covid-19, termasuk tambahan penggunaan hotel sebagai ruang isolasi pasien.

"Anggaran yang dialokasikan tambahan Rp 3,5 triliun untuk BNPB tentu termausk antsiipasi kemungkinan penggunaan hotel untuk ruang isolasi pasien," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam video conference di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Bendahara Negara ini menambahkan, di Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran sendiri sudah diberikan penambahan tower untuk ruang isolasi pasien Covid-19. Pemerintah juga memaksimalkan gedung gedung pelatihan lainnya untuk digunakan sebagai ruang isolasi.

"Paling fokus bagi kami adalah untuk semua penggunaan fasilitas itu dan berapa biaya untuk menggunakannya, ada perencanaan dan petanggungjawbaan oleh unit seperit BNPB," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Airlangga Hartarto, meyakinkan pemerintah masih memiliki dana yang cukup untuk menambah kapasitas kasur bagi pasien terjangkit virus corona. Pemerintah berjanji akan meningkatkan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

"Pemerintah pusat akan meningkatkan kapasitas rumah sakit dan fasilitas kesehatan akan terus menambah fasilitas di hotel," kata Airlangga dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (10/9).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: