BNPB: Korban Meninggal Akibat Bencana di NTT dan NTB Mencapai 165 Orang

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui data penambahan korban meninggal dunia dan orang yang masih hilang akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan secara keseluruhan korban mencapai 210 jiwa hingga data pukul 20.00 WIB.

"Untuk keseluruhan korban meninggal NTT sebanyak 163 orang dan 45 orang hilang, sedangkan NTB 2 meninggal. Total seluruh nya mencapai 210 orang," kata Doni dalam YouTube BNPB, Kamis (7/4/2021).

Doni merincikan data di NTT yakni Kabupaten Flores Timur 71 orang dan lima orang masih hilang. Kabupaten Lembata 43 orang meninggal dan 25 hilang.

Lalu, Kabupaten Alor ada 27 orang meninggal dan 14 hilang. Sedangkan Kabupaten Malaka enam orang dinyatakan meninggal.

Selanjutnya Kabupaten Kupang tercatat tiga orang meninggal dan satu hilang, Kota Kupang enam orang meninggal.

"Kabupaten Sikka satu meninggal, Kabupaten Sabu Raijua dua meninggal, Kabupaten Rote Ndao dua meninggal, dan Kabupaten Ngada dan Ende masing-masing satu orang. Dan NTB dua orang," jelas Doni.

Belum Ada Laporan Kasus Positif Covid-19

Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menyampaikan, belum ada laporan kasus positif COVID-19 di tempat pengungsian bencana banjir bandang Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Kasus COVID-19 sampai saat ini (di pengungsian banjir NTT) belum ada laporan. Yang jelas diupayakan sebisa mungkin bagaimana protokol kesehatan tetap dilakukan," ujar Radit saat konferensi pers Pasca Banjir Bandang Provinsi Nusa Tenggara Timur di Graha BNPB, Jakarta, Rabu, 7 April 2021.

Apabila terdapat kasus COVID-19 atau terjadi klaster pengungsian warga yang terdampak banjir bandang NTT, BNPB akan memberikan laporan secara terbuka.

Saksikan video pilihan di bawah ini: