BNPB kucurkan dana Rp250 juta untuk tanggap darurat banjir Torue

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengucurkan dana siap pakai Rp250 juta untuk operasional tanggap darurat bencana banjir bandang di Desa Torue dan sekitarnya di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Saya hadir di daerah terdampak banjir untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan sebagaimana mestinya, saya juga menyerahkan bantuan logistik kepada warga terdampak dan dana siap pakai tahap awal untuk kegiatan tanggap darurat," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa Torue, Parigi Moutong, Minggu.

Dana siap pakai diberikan sebagai bantuan untuk mendukung kegiatan tanggap darurat di lapangan, oleh karena itu peristiwa banjir bandang menerjang Parigi Moutong menjadi bagian dari tanggung jawab negara melakukan pemulihan.

Baca juga: Kepala BNPB tinjau lokasi terdampak banjir bandang di Parigi Moutong

Baca juga: BNPB: Prioritaskan kebutuhan dasar korban banjir di Parimo

Ia menjelaskan, secara prosedural masa tanggap darurat berlangsung selama 14 hari, status ini dapat diperpanjang bila situasi masih membutuhkan penanganan ekstra dalam urusan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

"Kita lihat perkembangan di lapangan seperti apa ke depan, jika masih memungkinkan, maka kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat memutuskan," ujar Suharyanto.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan kepada jurnalis saat meninjau penanganan banjir bandang Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (31/7/2022). ANTARA/Moh Ridwan
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto memberikan keterangan kepada jurnalis saat meninjau penanganan banjir bandang Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (31/7/2022). ANTARA/Moh Ridwan


Setelah tanggap darurat teratasi, katanya, selanjutnya masuk pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, di masa ini akan dihitung penanganan jangka pendek untuk memastikan warga terdampak kehilangan tempat tinggal maupun rusak berat, sedang dan ringan mendapatkan kembali hunian mereka dari bantuan pemerintah.

Yang mana, intervensi rehabilitasi dan rekonstruksi menggunakan dua skema yakni hunian warga dapat dibangun kembali di lahan tersebut sepanjang lokasi itu masih layak dibangun hunian. Lalu ada skema relokasi atau hunian tetap (huntap) dibangun di tempat lain yang aman.

"Tugas Pemda menyiapkan lahan, kami di BNPB dan Kementerian terkait menyiapkan infrastruktur," ucap Suharyanto.

Baca juga: Wahana Visi pulihkan psikologi 150 anak terdampak banjir Torue

Baca juga: BPBD: 170 relawan terlibat penanggulangan bencana di Parigi Moutong

Ia menambahkan, skema jangka panjang yakni penyiapan rencana kontigensi dan tahap-tahap pencegahan, diantaranya perbaikan lingkungan, normalisasi sungai maupun penghijauan.

"Perencanaan kontigensi kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi dan kami dipusat akan mendampingi," demikian Suharyanto.

Baca juga: Bupati Parigi apresiasi batuan para pihak penanganan banjir Torue
Baca juga: Tim SAR belum temukan empat korban banjir bandang di Torue

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto (tengah) didampingi Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu (kedua kiri) berjalan meninjau rumah warga terdampak banjir bandang Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (31/7/2022). ANTARA/HO-Kominfo Parigi Moutong
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto (tengah) didampingi Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu (kedua kiri) berjalan meninjau rumah warga terdampak banjir bandang Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (31/7/2022). ANTARA/HO-Kominfo Parigi Moutong
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel