BNPB pastikan prokes di area peristirahatan selama arus balik

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan protokol kesehatan berjalan di kawasan peristirahatan selama berlangsungnya arus balik Idul Fitri 1443 Hijriah.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Jumat, sempat meninjau penerapan protokol kesehatan di Rest Area KM 101 B Cikampek-Palimanan (Cipali), KM 88 Purbaleunyi, dan KM 62 B Cikampek, Kamis (5/5).

Prasinta menilai pelaksanaan penerapan protokol kesehatan para pelaku perjalanan darat arus balik berjalan dengan baik dan lancar.

“Dukungan pos pemantauan arus balik dan pelaksanaan penerapan prokes bagi para pelaku perjalanan darat berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Baca juga: BNPB dukung posko penguatan prokes di pelabuhan dan bandara

Dalam pelaksanaan penerapan protokol kesehatan, petugas gabungan pos pantau yang berjaga rutin memberikan imbauan kepada para pelaku perjalanan untuk tetap melaksanakan 3M, yakni selalu mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun.

Imbauan itu dilakukan melalui pengeras suara, pamflet maupun spanduk tertulis yang dipasang di lokasi strategis di tempat istirahat.

Selain itu, petugas yang berasal dari BPBD Provinsi Jawa Barat, BPBD Kabupaten Karawang, BPBD Kabupaten Subang, TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Perhubungan, PMI, Orari, RAPI, Pramuka, dan relawan terkait juga membagikan masker kepada pemudik maupun pedagang di lokasi peristirahatan.

Baca juga: Kepala BNPB-Menko PMK tinjau arus mudik Lebaran di Garut

Pada kesempatan itu, Prasinta memberikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendedikasikan waktu tenaga dan pikiran demi terjaganya protokol kesehatan di tengah arus balik yang mulai dilakukan oleh pelaku perjalanan.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh petugas demi terciptanya mudik yang aman dan sehat dengan terus mengingatkan kepada para pelaku perjalanan agar tetap patuh prokes,” ucap Prasinta.

Prasinta mengharapkan bentuk kolaborasi dalam penanggulangan bencana non-alam dapat selalu terjalin dengan baik, mulai sebelum, saat maupun pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi setelah terjadi bencana, termasuk di dalamnya seperti pemantauan prokes arus mudik-balik pada Idul Fitri tahun ini.

Baca juga: BNPB petakan rawan bencana di jalur mudik Lebaran 2022

"Harapannya bahwa kolaborasi dalam penanggulangan bencana akan selalu terjalin baik pada saat sebelum terjadi bencana, darurat bencana dan pascabencana,” ujar Prasinta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel