BNPB: Prokes di Stasiun Gambir & Senen Terkontrol, Terminal Kampung Rambutan Kurang

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terjun memantau penerapan protokol kesehatan pemudik. Melalui Direktorat Perencanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemantauan prokes dilakukan di sejumlah lokasi DKI Jakarta.

"Penegakan protokol kesehatan di Stasiun Gambir dan Stasiun Senen sangat terkontrol terlihat dari para pengunjung yang tertib menggunakan masker walaupun di beberapa titik tunggu kurang menjaga jarak," Direktur PRR Johny Sumbung, dalam keterangan diterima, Sabtu (30/4).

Johny dan petugas memberikan pengarahan kepada pengunjung untuk terus memakai masker dan menaati protokol kesehatan. Hal tersebut penting demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 ke keluarga di kampung halaman.

"Mohon selalu melakukan pemantauan setiap satu jam dengan berkeliling untuk mengingatkan pengunjung," ujar Johny.

Dia mengungkapkan, penerapan prokes di sejumlah tempat seperti di Terminal Kampung Rambutan masih kurang. Johny dan tim pun memberikan masker kepada masyarakat yang terlihat belum menggunakannya dan meminta supaya masker tetap terus digunakan dalam perjalanan mudik.

“Terlihat dari beberapa pengunjung yang tidak menggunakan masker dan bahkan ada yang tidak memiliki masker,” dia menutup.

Sebagai informasi, Johny bertugas sebagai Koordinator Tim Pemantauan Arus Mudik Hari Raya Idulfitri 1443 H meminta petugas untuk menginformasikan kepada warga menerapkan jaga jarak.

BNPB bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Palang Merah Indonesia (PMI) serta Pramuka mendirikan 5 pos pantau antara lain di Stasiun Gambir, Stasiun Senen, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogebang dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Reporter: M Radityo [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel