BNPB Sebut Masyarakat Indonesia Butuh Literasi Sejarah Kebencanaan Masa Lalu

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan menyampaikan perlunya literasi kebencanaan bagi masyarakat Indonesia, menyusul terjadinya ribuan bencana yang terjadi di Tanah Air.

"Jadi literasi ini harus sampai ke masyarakat, tidak cukup berhenti di pemerintah daerah. Tetapi masyarakat yang tinggal di daerah yang memang rawan bencana, jadi memang harus memiliki pengetahuan dari kejadian yang ada di masa lampau," kata dia, Jumat (31/12/2021).

Hal itu berangkat dari tragedi bencana badai di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa bulan silam. Menurutnya badai yang menerpa NTT di 2021 adalah badai yang sama yang menerjang daerah itu pada 1973.

"Kita melihat kasus yang ada di NTT, memang tahun 1973 pernah terjadi sesuatu (bencana) yang besar tetapi informasi ini tidak sampai pada masyarakat sehingga tempat-tempat yang tandinya menjadi daerah bencana kemudian berubah menjadi pemukiman," ujar Lilik.

"Sehingga dalam waktu sekian puluh tahun terjadi lagi dan korbannya sangat banyak," sambungnya.

Kejadian Berulang

Sementara, dijelaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, suatu bencana kerap kali merupakan pengulangan yang terjadi di masa lalu.

"Sekali dia terjadi di masa lalu pasti terjadi lagi di masa depan. Sehingga penting untuk kita menyampaikan informasi-informasi kejadian bencana di masa lalu kepada masyarakat," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel