BNPB: Siklon Tropis Goni Diprediksi Jauhi Indonesia, Masyarakat Harus Tetap Waspada

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi siklon tropis Goni bergerak menjauhi wilayah Indonesia selama 24 jam ke depan. Meskipun begitu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemangku kebijakan di setiap daerah untuk waspada terhadap dampak yang akan ditimbulkan dari siklon tropis Goni.

"Melihat adanya potensi dampak cuaca atas siklon tropis Goni tersebut, pemangku kebijakan harus tetap waspada. Khususnya bagi wilayah yang diprediksi terdampak," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan resminya, Minggu (1/11/2020).

Selain itu, BNPB juga merekomendasikan agar pemerintah daerah memperkuat kapasitas jajarannya dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusia untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu berbasis pengurangan risiko bencana.

Dampak yang akan ditimbulkan dari Siklon Tropis Goni secara tidak langsung adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

"Lalu dampaknya gelombang laut dengan ketinggian 4.0-6.0 meter juga berpotensi terjadi di perairan Laut Cina Selatan," kata Raditya.

Raditya mengatakan, seluruh bencana alam tersebut harus dicegah. Pasalnya, bencana alam tersebut dapat terjadi jika dipicu oleh faktor cuaca, seperti banjir, banjir bandang, angin puting beliung, angin kencang dan tanah longsor.

"Semua bencana ini perlu dicegah dan diantisipasi dengan baik agar kemudian tidak menimbulkan korban jiwa," ujar Raditya.

Posisi siklon tropis Goni

Raditya memaparkan hasil analisis BNPB terhadap posisi siklon tropis Goni. Saat ini, siklon tropis Goni berada pada 13.5 LU, 123.6 BT atau sekitar 1.150 kilometer sebelah utara Tahuna, Sulawesi Utara.

Dia menambahkan, arah gerakannya menuju barat dan barat daya dengan kecepatan 15 knots atau 27 kilometer per jam, menjauhi Indonesia.

"Untuk kekuatannya mencapai 90 knots atau 175 kilometer per jam dan memiliki tekanan 960 hPa," kata Raditya.

Kemudian, berdasarkan analisis prediksi 24 jam ke depan atau yang berlaku untuk Senin (2/11) pukul 07.00 WIB, posisi siklon berada pada 15.2 LU 118.4 BT atau sekitar 1.530 kilometer sebelah utara dan barat laut Tahuna, Sulawesi Utara.

"Untuk arah gerakan siklon menuju ke barat dan barat laut dengan kecepatan 15 knots atau 27 kilometer per jam," kata dia.

Sementara itu, kekuatannya menjadi melemah dari sebelumnya yakni 45 knots atau 85 kilometer per jam dan tekanannya naik menjadi 994 hPa.

Reporter: Rifa Yusya Adilah

Sumber: Merdeka

Saksikan video pilihan di bawah ini: