BNPT ajak pemuda Papua waspadai paham radikal

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak anak muda Papua untuk mewaspadai paham radikal yang kini banyak menyasar kalangan pemuda dan pelajar, tak terkecuali di Bumi Cenderawasih.

"Kami mengajak anak muda Papua agar bersama-sama mewaspadai hal tersebut ," kata Sub Koordinator Perlindungan Kepentingan Nasional BNPT Republik Indonesia Nanda Fajar Aditya di Jayapura, Sabtu.

Baca juga: BNPT terapkan kolaborasi multipihak cegah terorisme di Papua


Baca juga: Boy Rafli: BNPT lakukan kontra narasi terkait terorisme di Papua

Untuk itu, kata Nanda, para pemuda dan pelajar di Papua perlu memiliki pemahaman mengenai radikalisme sehingga bisa menghindarinya.

"Karena kurangnya pemahaman mengenai radikalisme kini banyak pelajar yang menjadi incaran kelompok radikal teroris terutama melalui media sosial," ujar Nanda.

Menurut Nanda, kelompok pemuda dan pelajar menjadi target utama penyebaran paham radikal serta target perekrutan karena kondisinya yang dianggap masih berupaya mencari jati diri.

"Sehingga para pemuda atau pelajar ini dapat dijadikan regenerasi yang menjanjikan untuk beroperasinya gerakan kelompok radikal teroris," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Nanda, dapat dikatakan bahwa pemuda atau pelajar dan juga media sosial merupakan dua poin strategis dalam transformasi paham dan perekrutan anggota kelompok radikal teroris.

"Para teroris selalu mengincar kelengahan masyarakat dan pemerintah untuk memengaruhi pemuda atau pelajar dan menguasai media sosial sebagai sarananya," katanya lagi.

Dia menambahkan terorisme jelas menjadi ancaman bagi peradaban modern sehingga terorisme bukan merupakan bentuk kejahatan biasa.

"Melainkan sudah merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia yang bahkan tanpa memandang suku, ras, agama, dan negara," ujarnya lagi.

Sebelumnya, telah dilakukan kegiatan Pelibatan Pemuda Dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme dengan Pitutur Kebangsaan yang dihadiri Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Musa Isir serta pelajar tingkat SMA di Aula Diskominfo Papua, Selasa (13/9).