BNPT dan Kemendagri kolaborasi cegah paham radikal dan terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan berkolaborasi serta bekerja sama mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.

"Kerja sama ini salah satunya melalui program pencegahan paham radikal dan terorisme di kalangan aparatur negara," kata Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar usai melakukan pertemuan dengan Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Haryono melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan selama ini BPSDM Kemendagri telah banyak berkomunikasi dengan BNPT, khususnya mengenai program-program yang berkaitan dengan pencegahan intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

Baca juga: Kepala BNPT ajak sebarkan pesan perdamaian di Harlah Pancasila

Hal tersebut sangat dibutuhkan dalam upaya mencegah penyebarluasan paham radikal terorisme, terutama di kalangan aparatur negara dan masyarakat, katanya.

Boy Rafli Amar berharap BPSDM dapat menjadi penghubung dalam memberikan edukasi mengenai ideologi Pancasila ke setiap daerah melalui para aparatur negara.

Selain kolaborasi penguatan ideologi Pancasila, ia mengajak semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mencegah berkembangnya narasi-narasi negatif dan ujaran kebencian di media sosial.

Baca juga: BNPT: Orang terpapar radikal karena kurang piknik
Baca juga: BNPT: Khilafatul Muslimin sama bahayanya dengan HTI, NII, ISIS

"Ke depannya kita harapkan sinergi dan kolaborasi antara BNPT dengan BPSDM bisa terlaksana melalui program yang disusun," katanya.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kemendagri Sugeng Haryono menyambut baik rencana kerja sama yang akan dilaksanakan bersama dengan BNPT.

"Untuk pencegahan intoleransi dan radikalisme serta terorisme, BPSDM siap berkolaborasi aktif bersama BNPT," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel